
Text
Perbandingan Stabilitas dan Aktivitas Berbagai Formulasi Obat Kumur Kombinasi Deksametason Dengan Kurkumin dan Piperin Terhadap Candida albicans
ABSTRAK
Pendahuluan: Penggunaan kortikosteroid topikal banyak digunakan di bidang
ilmu penyakit mulut. Salah satu jenis kortikosteroid ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan TH-945 945 616.31 Dwi P Sekeloa (PPDGS IPM) Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Kedokteran GigiJudul Seri -No. Panggil 616.31 Dwi PPenerbit PPDGS IPM FKG UNPAD : FKG Sekeloa Unpad., 2022 Deskripsi Fisik xi; 64 hlm; ilus,; 21x30 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN 160721190004Klasifikasi 616.31Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Theodora Adhisty Dwiarie (Author) -
ABSTRAK
Pendahuluan: Penggunaan kortikosteroid topikal banyak digunakan di bidang
ilmu penyakit mulut. Salah satu jenis kortikosteroid yang sering digunakan adalah
deksametason. Sayangnya terdapat efek samping yang sering muncul dari
penggunaan penggunaan kortikosteroid topikal yaitu kandidiasis oral yang
disebabkan oleh Candida albicans. Kurkumin dan piperin diketahuui memiliki efek
antikandida. Tujuan penelitian ini adalah membuat formulasi sediaan obat kumur
kombinasi deksametason kurkumin dan deksametason piperin, beserta data
stabilitas dan aktifitasnya terhadap Candida albicans. Metode: Jenis penelitian ini
ialah eksperimen laboratorium. Penentuan nilai Minimum Inhibitory Concentration
50 (MIC50) dilakukan untuk menentukan dosis dalam pembuatan obat kumur. Obat
kumur kemudian dilakukan evaluasi pH, viskositas dan MIC. Hasil: Perbandingan
daya hambat kurkumin dan piperin terhadap koloni candida dalam MIC50 500-
1000μg/ml vs 20-500µg/mL (p-value -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






