Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Pola Kepekaan Bakteri dan Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Sepsis Dewasa di Salah Satu Rumah Sakit Swasta di Kota Bandung Periode Tahun 2010-2012


Sepsis merupakan respon inflamasi sistemik yang disebabkan oleh infeksi dan menjadi masalah utama dalam dunia kesehatan karena telah terjadi ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021131000020Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    2819
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    2819
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek

    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Sepsis merupakan respon inflamasi sistemik yang disebabkan oleh infeksi dan menjadi masalah utama dalam dunia kesehatan karena telah terjadi peningkatan insidensi dan mortalitas. Pemilihan terapi antibiotik harus rasional untuk menurunkan resiko mortalitas, menghindari terjadinya resistensi , mengurangi biaya pengobatan dan potensi efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola insidensi, kepekaan bakteri dan penggunaan antibiotik pada pasien sepsis yang dapat bermanfaat dalam pemilihan antibiotik empiris. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif, dimana pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan mengamati rekam medis pasien. Kriteria inklusi subjek penelitian adalah pasien sepsis lebih besar sama dengan 18 tahun dan dirawat inap selama periode Januari 2010-Desember 2012. Data pola bakteri dan kepekaan bakteri diperoleh dari hasil pemeriksaan uji kultur dan kepekaan bakteri yang dilakukan oleh rumah sakit. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan statistik deskriptif, sedangkan data penggunaan antibiotik diolah dengan menggunakan metode ATC/DDD dan DU 90 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dugaan sumber infeksi sepsis terbanyak berasal dari sumber infeksi intra-abdominal dengan mikroba yang paling banyak terdeteksi adalah Klebsiella pneumoniae (19 %), Staphylococcus epidermidis (9.52 %), dan Candida albicans (4.76%). Total penggunaan antibiotik sebanyak 190.12 DDD/100 hari rawat dengan 21 jenis antibiotik yang digunakan. Antibiotik yang terbanyak digunakan adalah Metronidazol (23.4 %), Ceftriakson (23.25 %) dan Fluconazole (9.6%). Ketiga antibiotik tersebut menunjukkan tingkat resistensi yang relatif tinggi sehingga memerlukan evaluasi dan kebijakan dalam penggunaannya.

    Kata kunci : sepsis, antibiotik, resistensi, ATC/DDD, DU 90%, retrospektif
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi