Thesis
Perbedaan Kekuatan Lekat Sayap Logam Jembatan Adesif Anterior antara yang Dikasarkan dengan di Etsa Asam
BSTRAK
Jembatan adesif merupakan salah satu restorasi jembatan pendek baik
dianterior maupun posterior. Keunggulan dari restorasi ini ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan Th-956 956 617.69 Ind P Sekeloa (Prostodonsia) Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Kedokteran GigiJudul Seri -No. Panggil 617.69 Ind PPenerbit PPDGS Prostodonsia Unpad : FKG Sekeloa Unpad., 2022 Deskripsi Fisik vi,76 hlm; ilus; 21x30cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN 160221190006Klasifikasi 617.69Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Husna Indriyani ( author ) -
BSTRAK
Jembatan adesif merupakan salah satu restorasi jembatan pendek baik
dianterior maupun posterior. Keunggulan dari restorasi ini adalah preparasi yang
minimal dengan mempertahankan struktur gigi penyangga, waktu pengerjaan
relatif singkat, terjangkau dan tidak memerlukan anestesi. Tetapi sejumlah
kegagalan restorasi jembatan adesif seringkali terjadi, yaitu terlepasnya restorasi
dari gigi penyangga sebagai akibat terlepasnya ikatan antara semen resin adesif
dengan permukaan gigi ataupun logam restorasi. Berbagai cara dilakukan untuk
meningkatkan kekuatan lekat jembatan adesif baik secara makro, mikro, kimiawi
ataupun kombinasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan
perlekatan antara sayap logam jembatan adesif yang diberi perlakuan kombinasi
sandblast dan etsa asam dengan sayap logam jembatan adesif yang diberi
perlakuan sandblast dan kekasaran permukaan dengan guratan.
Penelitian ini bersifat eksperimental laboratoris murni. Dua puluh tujuh
sayap logam jembatan adesif anterior dibagi ke dalam 3 kelompok perlakuan
dengan masing-masing kelompok sebanyak 9 sampel. Kelompok A merupakan
kelompok kontrol dengan perlakuan menggunakan partikel Al 2 O 3 dengan ukuran
50 μm, kelompok B merupakan kelompok dengan perlakuan sandblast dan etsa
asam, serta kelompok C merupakan kelompok dengan perlakuan sandblast dan
pengasaran permukaan dengan guratan. Sampel kemudian dilakukan uji kekuatan
geser (shear strength) menggunakan alat Universal Testing Machine. Data yang
diperoleh kemudian diuji dengan uji ANOVA dan uji T-test. Pada penelitian ini
didapat rata-rata shear strength SS-A 10,97 MPa, SS-B 9,68 MPa dan SS-C 11,99
MPa. Nilai p-value terhadap SS-A, SS-B, SS-C adalah 0,1212 > 0,05 (tidak
signifikan), namun antara SS-B dengan SS-C didapat nilai p-value 0,0425 < 0,005
(signifikan). Simpulan dari penelitian ini adalah kombinasi sandblast
menggunakan partikel Al 2 O 3 dengan ukuran 50 μm dan pemberian guratan
merupakan teknik yang memberikan nilai shear strength tertinggi.
Kata kunci: jembatan adesif anterior, perlakuan permukaan, shear strength -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






