Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Pengaruh tingkat penggunaan probiotik pada ransum terhadap bobot akhir, persentase karkas dan lemak abdominal ayam broiler.


Ransum yang diberikan pada ayam broiler harus mampu diserap dengan baik agar
produktivitas ternak berjalan secara optimal. Probiotik menjadi ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    SKR001355Skr.6041Perpustakaan Fakultas PeternakanTersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Peternakan
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    Skr.6041
    Penerbit Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran : Sumedang.,
    Deskripsi Fisik
    xii, 61 hlm.: ilus.; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    636.513
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Ransum yang diberikan pada ayam broiler harus mampu diserap dengan baik agar
    produktivitas ternak berjalan secara optimal. Probiotik menjadi bahan
    pertimbangan untuk digunakan dalam ransum karena mengandung mikroorganisme
    yang menguntungkan sistem pencernaan ayam. Penelitian ini bertujuan untuk
    mengetahui pengaruh tingkat penggunaan probiotik pada ransum terhadap bobot
    akhir, persentase karkas dan lemak abdominal ayam broiler. Penelitian dilakukan
    di Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran yang dilaksanakan selama 35 hari.
    Percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat
    perlakuan yaitu, P0 (ransum tanpa pemberian probiotik), P1 (ransum dengan
    pemberian probiotik 0,25 %), P2 (ransum dengan pemberian probiotik 0,50 %), dan
    P3 (ransum dengan pemberian probiotik 0,75 %), masing-masing perlakuan diulang
    lima kali. Parameter yang diukur adalah bobot akhir, persentase karkas dan
    persentase lemak abdominal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata bobot
    akhir pada perlakuan P0 (952,8 g), P1 (962,4 g), P2 (997,8 g), dan P3 (1155,4 g).
    Rata-rata persentase karkas pada perlakuan P0 (61,59 %), P1 (63,90 %), P2 (65,15
    %), dan P3 (66,85 %). Rata-rata persentase lemak abdominal pada perlakuan P0
    (2,17 %), P1 (1,98 %), P2 (1,81 %), dan P3 (1,48 %). Berdasarkan hasil penelitian
    dapat disimpulkan bahwa penggunaan probiotik Heryaki powder dalam ransum
    sebanyak 0,75 % menghasilkan bobot akhir dan persentase karkas paling tinggi,
    serta persentase lemak abdominal yang paling rendah.
    Kata kunci :probiotik, bobot akhir, persentase karkas, lemak abdominal
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi