Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Pengembangan Nanopartikel Arbutin-Kitosan Menggunakan Metode Ionik Gelasi Dengan Variasi Konsentrasi Kitosan


Dalam beberapa dekade terakhir, dilakukan upaya pengembangan sistem nanopartikel sebagai sistem penghantar obat yang signifikan, dimana memberikan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021131000004Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    2801
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    2801
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek

    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Dalam beberapa dekade terakhir, dilakukan upaya pengembangan sistem nanopartikel sebagai sistem penghantar obat yang signifikan, dimana memberikan keuntungan diantaranya lebih spesifik kepada sel target yang ingin dicapai serta mengontrol pelepasan bahan aktif obat. Nanopartikel dapat dibuat dengan menggunakan polimer. Salah satu polimer alam yang digunakan dalam pembuatan nanopartikel adalah kitosan. Pada penelitian kali ini telah dibuat nanopartikel arbutin-kitosan dengan metode ionik gelasi menggunakan tripolifosfat karena mudah dalam penanganan dan tidak menggunakan pelarut toksik. Nanopartikel kitosan dibuat dengan dua variasi konsentrasi kitosan (0,005%; 0,01%) (b/v) didalam larutan asam asetat 0,3% (b/v). Konsentrasi tripolifosfat yang digunakan adalah 0,1% (b/v) serta polyvinyl pyrrolidone 1% (b/v), kelompok formula kitosan yang ditambahkan arbutin 0,05% (b/v) diharapkan terjadi penjerapan arbutin dalam matriks kitosan. Karakteriasasi ukuran nanopartikel suspensi arbutin-kitosan dilakukan dengan menggunakan particle size analyzer (PSA), morfologi diamati dengan menggunakan SEM setelah nanosuspensi diserbukkan dengan metode freeze drying. Dari hasil penelitian didapatkan besar ukuran nanopartikel kitosan 0,005% dan 0,01% tanpa arbutin masing-masing sebesar 2,8 nm dan 3,3 nm. Setelah ditambahkanarbutin sebanyak 0,05%, besar ukuran nanopartikel arbutin-kitosan bertambah masing-masing sebesar 3,1 nm dan 5,8 nm. Dari hasil analisis morfologi dengan menggunakan SEM diduga arbutin terjerap dalam matriks kitosan.
    Kata Kunci : Kitosan, arbutin, nanopartikel, tripolifosfat, ionik gelasi
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi