Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Formulasi Facial Wash Antijerawat Dengan Fraksi Teraktif dari Ekstrak Etanol Daun Kapuk (Ceiba pentandra L.) dan Aktivitas Antibakterinya Terhadap Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes


Jerawat merupakan kondisi klinis pada kulit yang ditandai dengan tersumbatnya pori-pori kulit, pembentukan komedo dan reaksi inflamasi yang disertai ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021131000002Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    2795
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    2795
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek

    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Jerawat merupakan kondisi klinis pada kulit yang ditandai dengan tersumbatnya pori-pori kulit, pembentukan komedo dan reaksi inflamasi yang disertai nanah (pus). Penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kapuk memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis ATCC 12228 dan Propionibacterium acnes isolat klinik.. Pada penelitian ini dilakukan formulasi sediaan facial wash antijerawat dengan fraksi teraktif dari ekstrak daun kapuk dan uji aktivitas antibakterinya terhadap kedua bakteri tersebut. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan seluruh fraksi dari ekstrak etanol daun kapuk memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis ATCC 12228 dan Propionibacterium acnes isolat klinik, dimana fraksi etil asetat memberikan aktivitas terbesar dengan Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimun (KHTM) 0,25% terhadap kedua bakteri uji. Fraksi ini mempunyai rendemen sebesar 13,68% dan paling sedikit mengandung empat senyawa kimia dari golongan flavonoid, steroid, saponin, dan kuinon. Berdasarkan hasil penentuan KHTM tersebut dibuat 3 sediaan facial wash dengan variasi konsentrasi fraksi etil asetat sebesar 0,5%, 0,75%, dan 1% menggunakan basis B3 (natrium lauril sulfat 15%) Sediaan facial wash F2, dengan fraksi etil asetat sebesar tiga kali KHTM atau 0,75 % menjadi sediaan facial wash antijerawat dengan kualitas fisik terbaik, karena tampilan organoleptis, dan viskositas stabil selama 28 hari masa penyimpanan, walaupun pH dan tinggi busa mengalami penurunan. Kandungan senyawanya juga tidak berubah dibanding fraksinya, walaupun aktivitas antibakterinya sedikit menurun selama 30 hari masa penyimpanan. Aktivitas antibakteri sediaan ini terhadap Staphylococcus epidermidis ATCC 12228 dan Propionibacterium acnes isolat klinik lebih baik dibandingkan fraksi etil asetatnya.


    Kata kunci : Jerawat, Fraksi etil asetat dari ekstrak etanol, Daun kapuk, Facial Wash, Staphylococcus epidermidis ATCC 12228, Propionibacterium acnes isolat klinik
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi