Detail Cantuman

Image of Hubungan Mouth Breathing dengan Sleep-disordered Breathing pada Anak

Thesis  

Hubungan Mouth Breathing dengan Sleep-disordered Breathing pada Anak


Hubungan Mouth Breathing dengan Sleep-disordered Breathing pada Anak
Aliannisya Fatma - 160421190005
ABSTRAK
Mouth breathing ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    Th-935935 617.64 Fat HSekeloa (IKGA)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
    TH 935935 617.64 Fat HSekeloa (IKGA)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Fakultas Kedokteran Gigi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    617.64 Fat H
    Penerbit PPDGS IKGA FKG Unpad : FKG Sekeloa Unpad.,
    Deskripsi Fisik
    xi, 112 hlm; ilus; 21x30cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    160421190005
    Klasifikasi
    617.64
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Hubungan Mouth Breathing dengan Sleep-disordered Breathing pada Anak
    Aliannisya Fatma - 160421190005
    ABSTRAK
    Mouth breathing merupakan salah satu kebiasaan buruk yang paling banyak
    terjadi pada anak dan dianggap sebagai kebiasaan bernapas yang tidak normal.
    Penyebab utama dari sebagian besar kasus mouth breathing adalah adanya jalan
    napas melalui hidung yang terhambat. Mouth breathing merupakan faktor etiologi
    terjadinya gangguan pernapasan saat tidur atau sleep-disordered breathing (SDB)
    pada anak. Penderita SDB sebagian besar tidak menyadari atau tidak memperdulikan
    adanya gangguan tersebut dan masih dianggap sebagai suatu hal yang biasa dan tidak
    berbahaya. Kesulitan dalam mendeteksi SDB merupakan tantangan bagi seluruh
    tenaga medis karena gangguan ini merupakan salah satu kondisi yang cukup
    berpengaruh terhadap morbiditas dan mortalitas penderitanya. Penegakan diagnosis
    SDB dapat dilakukan secara subjektif melalui anamnesis, pemeriksaan klinis, dan
    penggunaan kuesioner Pediatric Sleep Questionnaire (PSQ).
    Penelitian dilakukan di 3 Sekolah Dasar Negeri di Kota Bandung, yaitu SDN 001
    Merdeka, SDN 062 Ciujung, dan SDN 054 Tikukur. Penelitian diawali dengan
    melakukan pemeriksaan klinis terhadap 343 anak yang terdiri dari 193 anak laki-laki
    dan 150 anak perempuan yang berusia 8-9 tahun untuk mendeteksi adanya kebiasaan
    mouth breathing. Penelitian kemudian dilanjutkan dengan pengisian kuesioner
    Pediatric Sleep Questionnaire (PSQ) melalui google form oleh seluruh orang tua
    murid yang sebelumnya sudah diberikan pengarahan dan penyuluhan secara daring
    melalui aplikasi zoom meeting.
    Berdasarkan pemeriksaan klinis yang dilakukan, didapatkan 95 anak (27,7%)
    memiliki kebiasaan mouth breathing. Anak dengan kebiasaan mouth breathing
    memiliki skor PSQ dengan nilai rata-rata (15,55), nilai median (19,05), dan nilai
    rentang (4,54-58,82) lebih tinggi dibandingkan dengan skor PSQ anak tanpa
    kebiasaan mouth breathing. Sebanyak 41,1% anak dengan mouth breathing
    tergolong mengalami SDB dengan angka risiko relatif (RR) = 4,24.
    Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan mouth breathing dengan
    sleep-disordered breathing pada anak. Anak dengan kebiasaan mouth breathing
    mempunyai risiko 4,24 kali lebih tinggi mengalami sleep-disordered breathing
    (SDB).
    Kata Kunci: mouth breathing, sleep-disordered breathing, Pediatric Sleep
    Questionnaire
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi