Detail Cantuman

No image available for this title

Manuscript  

Perbedaan Gambaran Kehalusan Permukaan Email Pasca Remineralisasi Menggunakan NaF, CPP-ACP, dan n-CAP Secara In Vitro


Pendahuluan: Demineralisasi yang berlebih dan terjadi terus-menerus dapat
menyebabkan ketidakteraturan mikroporositas email sehingga mengarah ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    IKG1 - 284284 617.63 Jay PJatinangor (Konservasi Gigi)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Fakultas Kedokteran Gigi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    617.63 Jay P
    Penerbit FKG Unpad : FKG UNPAD JATINANGOR.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    160110180148
    Klasifikasi
    617.63
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Pendahuluan: Demineralisasi yang berlebih dan terjadi terus-menerus dapat
    menyebabkan ketidakteraturan mikroporositas email sehingga mengarah pada
    terjadinya keadaan patologis pada gigi. Sodium fluoride (NaF), Casein
    Phosphopeptide-Amorphous Calcium Phosphate (CPP-ACP), dan nano carbonate
    apatite (n-CAP) adalah bahan remineralisasi dalam bidang kedokteran gigi yang
    dapat membantu mempertahankan keadaan netral pada email. Tujuan penelitian
    ini mengetahui perbedaan gambaran kehalusan permukaan email pasca
    remineralisasi menggunakan NaF, CPP-ACP, dan n-CAP secara in vitro serta
    mengetahui bahan remineralisasi yang memberikan efek kehalusan permukaan
    email terbaik antara NaF, CPP-ACP, dan n-CAP secara in vitro. Bahan dan
    Metode: Penelitian true experimental laboratorik dengan pre and post-test control
    group design menggunakan gigi premolar rahang atas. 30 gigi dibagi menjadi tiga
    kelompok: kelompok NaF 2% (10 gigi), kelompok CPP-ACP 10% (10 gigi), dan
    kelompok n-CAP 10% (10 gigi). Seluruh kelompok direndam dalam larutan
    demineralisasi asam sitrat 1% dengan pH 2,5 selama 315 menit dalam inkubator
    bersuhu 37 , setelahnya kehalusan permukaan email diukur dengan alat
    Formtracer Avant S3000 Mitutoyo. Tiap kelompok diaplikasikan bahan
    remineralisasi selama empat menit lalu direndam menggunakan saliva buatan dan
    dimasukkan ke dalam inkubator bersuhu 37 selama 24 jam. Pengaplikasian
    bahan remineralisasi dilakukan selama 14 hari dan saliva buatan diganti setiap
    harinya, setelahnya kehalusan permukaan email kembali diukur dengan alat
    Formtracer Avant S3000 Mitutoyo. Hasil: Analisis data yang dilakukan dengan
    uji statistik Paired T-test menunjukkan terdapat perbedaan bermakna nilai
    kehalusan permukaan email yang signifikan sebelum dan setelah aplikasi bahan
    remineralisasi (p
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi