
Manuscript
Ketepatan Radiodiagnosis Lesi Jaringan Keras Rongga Mulut Berdasarkan Metode Analitis dan Non-Analitis pada Mahasiswa Preklinik FKG UNPAD: Studi Institusional
Pendahuluan: Ketepatan radiodiagnosis berperan penting dalam penentuan dan
keberhasilan rencana perawatan. Radiodiagnosis dapat ditegakkan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan Rad1 - 266 266 616.0757 Abb K Jatinangor (Radiologi) Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Kedokteran GigiJudul Seri -No. Panggil 616.0757 Abb KPenerbit FKG Unpad : FKG UNPAD JATINANGOR., 2022 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN 160110180065Klasifikasi 616.0757Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab MUHAMMAD NOOR SALSABIL ABBAS (Author) -
Pendahuluan: Ketepatan radiodiagnosis berperan penting dalam penentuan dan
keberhasilan rencana perawatan. Radiodiagnosis dapat ditegakkan menggunakan
dua metode interpretasi, yaitu analitis dan non-analitis. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui penggunaan metode interpretasi hasil pencitraan radiografi yang
lebih tepat dan direkomendasikan dalam menegakkan diagnosis radiografi.
Metode: Penelitian ini adalah deskriptif menggunakan metode survei dengan
instrumen kuesioner dan desain studi cross-sectional. Sampel merupakan
mahasiswa Program Studi Sarjana Pendidikan Kedokteran Gigi UNPAD yang telah
memenuhi kriteria inklusi, yaitu terdaftar sebagai mahasiswa aktif Program Studi
Sarjana Pendidikan Kedokteran Gigi UNPAD dan telah lulus mata kuliah Radiologi
Kedokteran Gigi. Kuesioner menggunakan Google Form dan data yang telah
terkumpul dianalisis secara statistik sederhana serta ditampilkan dalam bentuk
tabel. Hasil: Sebanyak 109 responden (75,2%) menjelaskan bahwa metode analitis
paling sering digunakan, 100 responden (69%) menjelaskan bahwa metode nonanalitis lebih mudah digunakan. 120 responden (82,8%) menjelaskan bahwa
penggunaan metode non-analitis menghabiskan waktu lebih singkat, 90 responden
(62,1%) menjelaskan bahwa penggunaan metode non-analitis lebih disukai.
Ketepatan radiodiagnosis menggunakan metode analitis sebanyak 48 responden
(60,75%), ketepatan radiodiagnosis menggunakan metode non-analitis 31
responden (39,25). Rata-rata ketepatan jawaban berdasarkan metode analitis
sebesar 81% dan metode non-analitis sebesar 78%. Simpulan: Metode analitis
merupakan metode yang mempunyai ketepatan lebih tinggi dalam penentuan
radiodiagnosis lesi jaringan keras rongga mulut pada 145 responden mahasiswa
preklinik FKG UNPAD, sehingga lebih direkomendasikan untuk digunakan pada
mahasiswa tersebut untuk menentukan radiodiagnosis, walaupun metode ini lebih
tidak disukai dibandingkan dengan metode non-analitis.
Kata Kunci: Ketepatan radiodiagnosis, analitis, non-analitis. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






