Detail Cantuman

No image available for this title

Manuscript  

POTENSI REKURENSI ODONTOGENIC KERATOCYST PASCA PERAWATAN BEDAH: RAPID REVIEW


Pendahuluan: Odontogenic keratocyst merupakan salah satu kista pada rahang
yang paling sering ditemukan. Odontogenic keratocyst atau OKC ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    IBM1 - 261261 617.605 Wid PJatinangor (Ilmu Bedah Mulut)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Fakultas Kedokteran Gigi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    617.605 Wid P
    Penerbit FKG Unpad : FKG UNPAD JATINANGOR.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    160110180042
    Klasifikasi
    617.605
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Pendahuluan: Odontogenic keratocyst merupakan salah satu kista pada rahang
    yang paling sering ditemukan. Odontogenic keratocyst atau OKC merupakan kista
    yang jinak, namun agresif, serta memiliki tingkat rekurensi yang lebih tinggi dari
    kista odontogenik lain setelah perawatan bedah. Angka rekurensi OKC dilaporkan
    sekitar 2,5% hingga 62,5%. Rekurensi ini disebabkan oleh berbagai macam faktor.
    Tujuan dari rapid review ini adalah menganalisis faktor potensi-potensi rekurensi
    yang paling sering terjadi pasca prosedur pembedahan. Metode: Pencarian artikel
    dengan menggunakan kombinasi kata kunci “odontogenic keratocyst”
    “keratocystic odontogenic tumour” “potential” “probability” “recur” “relapse”
    “recurrence” pada tiga database yaitu PubMed, ScienceDirect, dan Google
    Scholar. Kriteria inklusi artikel mencakup: artikel yang memiliki data rekurensi
    odontogenic keratocyst pasca perawatan bedah; berbahasa Inggris; diterbitkan
    dalam kurun waktu 10 tahun terakhir (2012-2022); serta menggunakan jenis
    penelitian observasional dengan semua jenis desain studi (cohort, cross-sectional,
    dan case-control). Penelitian ini mengacu pada protokol PRISMA (Preferred
    Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis). Hasil: Sebanyak tiga
    belas artikel dengan desain studi observasional diinklusikan dalam rapid review ini,
    terdiri dari tiga belas artikel berdesain kohort retrospektif. 253 kasus rekurensi dari
    total 1.263 kasus OKC yang tercatat dalam penelitian ini, dengan rata-rata periode
    follow-up 53,6 bulan. Rekurensi lebih sering ditemukan pada pasien laki-laki
    dibanding perempuan (1,58:1), terutama pada usia dekade ketiga dan keempat.
    Bentuk lesi multilokular (n = 52) terutama pada mandibula lebih sering terjadi
    daripada bentuk lesi unilokular (n = 83). Benih gigi atau gigi di sekitar lesi yang
    tidak dicabut dapat mengakibatkan pengangkatan kista yang tidak sempurna
    sehingga dapat menyebabkan rekurensi. Simpulan: Hasil dari rapid review ini
    vi
    menunjukkan bahwa persentase potensi rekurensi OKC berkisar dari 7,1% hingga
    45% dengan rata-rata persentase rekurensi 22,5%. Adanya daughter atau satellite
    cyst serta sisa benih gigi atau gigi di area lesi yang tidak dicabut dengan bentuk
    kista multilokular berukuran besar, mempengaruhi potensi rekurensi.
    Kata kunci: odontogenic keratocyst, potensi, rekurensi
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi