Detail Cantuman

No image available for this title

Manuscript  

TATALAKSANA GANGGUAN NEUROSENSORI PASCA BILATERAL SAGITTAL SPLIT OSTEOTOMY (RAPID REVIEW)


Pendahulan: Gangguan neurosensori merupakan salah satu komplikasi yang dapat
terjadi pasca prosedur bilateral sagittal split osteotomy (BSSO) ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    IBM1 - 244244 617.605 Pra TJatinangor (Ilmu Bedah Mulut)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Fakultas Kedokteran Gigi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    617.605 Pra T
    Penerbit FKG Unpad : FKG UNPAD JATINANGOR.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    160110180145
    Klasifikasi
    617.605
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Pendahulan: Gangguan neurosensori merupakan salah satu komplikasi yang dapat
    terjadi pasca prosedur bilateral sagittal split osteotomy (BSSO) dalam merawat pasien
    dengan deformitas dentofasial pada mandibular. Penatalaksanaan gangguan
    neurosensori yang tepat diperlukan dalam mempercepat proses penyembuhan
    gangguan neurosensori dan untuk menghindari komplikasi lanjutan. Tujuan dari
    penelitian ini adalah untuk mengetahui pilihan tatalaksana gangguan neurosensori
    pasca bilateral sagittal split osteotomy (BSSO) Metode: Penelitian ini dilakukan
    dengan menggunakan metode rapid review yang mengacu pada tinjauan literature
    secara sistematis yang berpedoman berdasarkan Preferred Reporting Items for
    Systematic Review and Meta-Analysis (PRISMA). Pencarian literatur dilakukan
    menggunakan PubMed, CINAHL, Science Direct dan Cochrane. Hasil: Penapisan
    literatur menghasilkan sebelas artikel yang diantaranya menggunakan sepuluh artikel
    metode Randomized Clinical Trial dan satu artikel metode retrospective study. Artikel
    yang didapatkan sesuai dengan kriteria inklusi, eksklusi dan telah dilakukan penilaian
    kualitas artikel. Pada proses ekstraksi data didapatkan tatalaksana yang digunakan
    untuk mempercepat proses penyembuhan gangguuan neurosensori yaitu diantaranya
    penggunaan Low-Level Laser Therapy (LLLT), Vitamin B12 dan penggunaan PRF.
    Kesimpulan : Tatalaksana gangguan neurosensori pasca BSSO yang digunakan
    adalah laser berdaya rendah atau Low-Level Laser Therapy (LLLT), Vitamin B12, dan
    Platelet Rich Fibrin
    Kata Kunci: gangguan neurosensori, bilateral sagittal split osteotomy, tatalaksana
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi