Detail Cantuman

Image of PERBEDAAN DERAJAT KEPARAHAN GANGGUAN SENDI TEMPOROMANDIBULAR SEBELUM DAN SESUDAH BEDAH ORTOGNATIK

Thesis  

PERBEDAAN DERAJAT KEPARAHAN GANGGUAN SENDI TEMPOROMANDIBULAR SEBELUM DAN SESUDAH BEDAH ORTOGNATIK


Gangguan sendi temporomandibular/ temporomandibular joint disorder
(TMD) disebabkan oleh 5 faktor, yaitu kondisi oklusal, trauma, stress, deep ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    TH-846846 617.605 Har PSekeloa (Bedah Mulut)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Fakultas Kedokteran Gigi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    617.605 Har P
    Penerbit PPDGS Bedah Mulut FKG Unpad : FKG UNPAD SEKELOA.,
    Deskripsi Fisik
    xvii, 104 hlm; ilus; 21x30cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    160121160006
    Klasifikasi
    617.605
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Gangguan sendi temporomandibular/ temporomandibular joint disorder
    (TMD) disebabkan oleh 5 faktor, yaitu kondisi oklusal, trauma, stress, deep pain
    input, kebiasaan buruk dan aktivitas parafungsional. Maloklusi yang sering
    menimbulkan TMD adalah maloklusi skeletal kelas III. Perawatan yang tepat
    untuk maloklusi skeletal kelas III adalah bedah ortognatik. Tujuan penelitian ini
    adalah untuk menganalisis perbedaan derajat keparahan gangguan TMJ sebelum
    dan sesudah bedah ortognatik.
    Penelitian ini menggunakan pengambilan data berdasarkan purposive
    sampling, sebelum dan setelah operasi ortognatik. Sejumlah 10 subjek penelitian
    yang akan melakukan bedah ortognatik di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Unpad
    dan Rumah Sakit Hasan Sadikin bagian Bedah Mulut dan Maksilofasial
    dilakukan pemeriksaan klinis sendi temporomandibular di poli, serta mengisi
    kuisioner sebelum dan sesudah operasi ortognatik dan foto cone beam computed
    tomography (CBCT) 7 bulan sesudah operasi ortognatik di bagian Radiologi
    Rumah Sakit Gigi dan Mulut Unpad.
    Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dari 10 sampel pada pemeriksaan
    gejala klinis menggunakan kuesioner fonseca didapatkan hasil 90% sampel tanpa
    disfungsi TMJ,10% sampel dengan disfungsi TMJ ringan, dan tidak ada sampel
    yang disfungsi TMJ. Berdasarkan penilaian indeks helkimo didapatkan hasil
    20% sampel tanpa disfungsi TMJ, 70% disfungsi TMJ ringan, 10% sampel
    disfungsi TMJ sedang.
    Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang signifikan
    secara statistik derajat keparahan gangguan sendi temporomandibular sebelum
    dan sesudah pembedahan ortognatik dengan nilai-p < 0,05 berdasar indeks
    Helkimo dan kuesioner fonseca dimana setelah operasi terdapat adanya
    penurunan derajat keparahannya TMJ.
    Kata Kunci : Bedah ortognatik, Helkimo indeks, Kuesioner fonseca, Derajat
    keparahan gangguan TMJ.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi