Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Perbandingan Deferipron dan Deferasirox terhadap Analisis Minimalisasi Biaya (Cost Minimization) Efektivitas Biaya (Cost Effectiveness) dan Biaya Kesakitan (Cost of Illness) Pengobatan Pasien Thalassaemia Mayor Anak pada Salah Satu Rumah Sakit di Bandung


Thalassaemia mayor adalah kelompok penyakit kelainan darah bawaan. Penderita thalassaemia mayor membutuhkan tranfusi darah secara terus menerus guna ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021130700006Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    19
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    19
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek

    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Thalassaemia mayor adalah kelompok penyakit kelainan darah bawaan. Penderita thalassaemia mayor membutuhkan tranfusi darah secara terus menerus guna memperpanjang kelangsungan hidup. Tranfusi darah secara teratur pada pasien thalassaemia mayor menyebabkan kelebihan zat besi. Kelator besi yang tersedia untuk penatalaksanaan kelebihan zat besi pada pasien thalassaemia mayor, yaitu sediaan parenteral deferoxamin, sediaan orangl deferipron dan deferasirox. Penelitian ini untuk menganalisis perbandingan antara kelasi besi deferipron dan deferasirox terhadap biaya terendah (Cost Minimization Analysis/CMA), efektivitas terapi (Cost effectiveness Analysis/CEA) dan analisis biaya kesakitan (Cost of Illness Analysis/COI) pada pasien thalassaemia mayor. Rancangan penelitian adalah studi observasi dengan analisis retrospektif cross sectional. Komponen biaya yang diukur adalah biaya medic langsung dan biaya tidak langsung. Efektivitas terapi yang diukur adalah penurunan kadar feritin serum. Hasil analisis CMA diperoleh rata-rata biaya medik langsung penggunaan obat kelasi deferasirox selama 4 bulan adalah Rp. 13,150,702 per orang, kelompok obat kelasi deferipron adalah Rp. 12,681,224 per orang.(p= 0,229). Nilai ACER (Average Cost-Effectiveness Ratio) pada kelompok deferasirox dan kelompok deferipron berurutan adalah Rp 82.686 dan Rp 91.044. Nilai ICER (Incremental Cost-Effectiveness Ratio) untuk terapi deferasirox lebih hemat Rp.20.398 dari terapi deferipron untuk menurunkan 1 ng.mL kadar feritin serum. Nilai COI pada kelompok deferasirox dan kelompok deferipron adalah Rp 13.553.045 dan Rp 13.774.897 (p= 0.402). Simpulan hasil penelitian bahwa nilai CMA dan COI dari kelompok deferasirox dan kelompok deferipron tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna. Terapi deferasirox lebih efektif biayanya dibandingkan terapi deferipron untuk menurunkan kadar feritin serum.
    Kata kunci : Thalassaemia mayor, CMA, CEA, COI, deferasirox, deferipron
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi