
Manuscript
Prevalensi Angular Cheilitis pada Lansia: A Rapid Review
Latar Belakang: Lansia umumnya mengalami penurunan fungsi pada berbagai
organ tubuhnya yang dapat berdampak pada sistem kekebalan tubuh dan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan IPM1 - 203 203 616.31 Cla P Jatinangor (IPM (OM)) Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Kedokteran GigiJudul Seri -No. Panggil 616.31 Cla PPenerbit FKG Unpad : FKG UNPAD JATINANGOR., 2022 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN 160110180109Klasifikasi 616.31Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Giofanny Clarin (Author) -
Latar Belakang: Lansia umumnya mengalami penurunan fungsi pada berbagai
organ tubuhnya yang dapat berdampak pada sistem kekebalan tubuh dan sistem
pencernaan, sehingga menyebabkan lansia lebih rentan mengalami angular cheilitis
(kode ICD-10: K13.0). Tingginya prevalensi malnutrisi pada lansia dan
peningkatan jumlah lansia di dunia setiap tahunnya dapat memengaruhi jumlah
lansia penderita angular cheilitis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai
atau mengevaluasi tinggi rendahnya prevalensi angular cheilitis pada lansia.
Metode: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode rapid review
dengan penapisan dan pencarian artikel dilakukan mengacu pada pedoman
Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-analysis (PRISMA).
Pencarian artikel dilakukan menggunakan kata kunci dan kriteria inklusi pada
database Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Hasil: Sebanyak 30 artikel
dengan metode penelitian observasional dari 16 negara pada beberapa populasi
lansia diinklusikan dalam penelitian ini. Nilai prevalensi angular cheilitis
didapatkan terendah adalah 1% dan tertinggi adalah 46,66% dengan jumlah
keseluruhan lansia yang mengalami angular cheilitis adalah 1.347 dari 14.927
lansia. Sejumlah 23 dari 30 artikel menunjukkan nilai prevalensi dibawah 10%
sedangkan 7 lainnya menunjukkan hasil prevalensi diatas 10%. Perbedaan hasil
prevalensi pada berbagai penelitian tersebut terkait dengan adanya perbedaan
karakteristik populasi sampel penelitian, lokasi dilakukannya penelitian, distribusi
jenis kelamin, serta metode penelitian dan pengambilan data. Kesimpulan: Rapid
review ini menunjukkan bahwa prevalensi angular cheilitis pada sebagian besar
negara di Dunia termasuk rendah, sedangkan di Indonesia hanya terdapat 2
penelitian dengan prevalensi pada 1 penelitian tergolong rendah dan 1 penelitian
lainnya lebih tinggi.
Kata kunci: lansia, angular cheilitis, prevalensi -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






