Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Korelasi Kadar Asam Asiatik Dalam Plasma Tikus Dengan Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Metanol Pegagan (Centella asiatica L. Urban) Pada Tikus Putih Jantan (Rattus novergicus) Galur Wistar


Tanaman pegagan (Centella asiatica L. Urban) mengandung komponen utama senyawa triterpenoid yaitu asam asiatik, asam madekasat, dan asiatikosida. ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021121000109Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    2735
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    2735
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek

    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Tanaman pegagan (Centella asiatica L. Urban) mengandung komponen utama senyawa triterpenoid yaitu asam asiatik, asam madekasat, dan asiatikosida. Asam asiatik merupakan senyawa yang paling berperan dalam aktivitas biologi dari pegagan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi kadar asam asiatik dari ekstrak metanol pegagan terhadap aktivitas antiinflamasi pada tikus jantan putih galur wistar yang diinduksi karagenan. Metode penelitian meliputi determinasi tanaman, ekstraksi herba pegagan dengan pelarut metanol, identifikasi asam asiatik dalam ekstrak yang dihidrolisis dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT), uji aktivitas antiinflamasi dengan metode udem, kemudian analisis kadar asam asiatik dalam plasma tikus yang diinduksi karagenan dan diberi perlakuan ekstrak metanol pegagan 1000 mg/kg bb. Sistem pengembang KLT digunakan perbandingan pelarut CHCl3:MeOH:Air (8:2:2 tetes) dengan penampak bercak sinar UV 254 nm. Analisis asam asiatik melalui tahap ekstraksi dari plasma dengan pelarut etil asetat dan penambahan asam fosfat pekat 5?l dan amonium klorida 6M 5?l dengan Kromatogarfi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) pada panjang gelombang 205 nm, kolom RP-C-18 ,eluent metanol : aquabidest (85:15) dengan sistem isokratik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam sampel ekstrak metanol pegagan mengandung asam asiatik, pemberian oral ekstrak metanol pegagan dosis 250,500,1000 mg/kg bb dan suspensi asam asiatik 10 mg/kg bb masing-masing memiliki daya inhibisi sebesar 46,40%; 44,27%; 53,67% dan 21,96%. Sistem KCKT yang digunakan memenuhi linieritas, akurasi, dan presisi pada rentang konsentrasi 20 -100 ppm. Nilai LOD dan LOQ masing-masing yaitu 10,625 dan 35,416 ppm. Analisis kadar asam asiatik dalam plasma tikus yang diberi ekstrak metanol pegagan 1000 mg/kg bb didapatkan Cmax rata-rata 107,9492 ppm di tmax jam ke 5. Korelasi kadar asam asiatik dalam plasma tikus yang diberikan ekstrak metanol pegagan dosis 1000 mg/kg bb terhadap aktivitas antiinflamasi ditunjukkan dengan persamaan Y = -18.590 + 21.145X1 - 0,091X2 (Y=Antiinflamasi, X1=kadar asam asiatik, X2=jam) dengan nilai korelasi sebesar 0,925,R square=85,5% dan model regresi tidak linier.

    Kata kunci : Asam asiatik, Centella asiatica, pegagan, KCKT, triterpen pentasiklik, antiinflamasi
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi