
Text
Aktivitas Larvasida dan Repelen Ekstrak dan Minyak Atsiri Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dan Temu Mangga 9Curcuma mangga Val.) Terhadap Larva dan Nyamuk Aedes aegypti
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti merupakan penyakit yang menimbulkan banyak kematian. Masyarakat ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01021121000098 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 2724Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : ., 2012 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 2724Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi NULLSubyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab NULL -
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti merupakan penyakit yang menimbulkan banyak kematian. Masyarakat umumnya menggunakan larvasida dan repelen dari bahan sintetis yang berbahaya untuk mencegah penyakit tersebut. Pada penelitian ini, uji aktivitas larvasida dilakukan menggunakan ekstrak etanol dan minyak atsiri rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dan temu mangga (Curcuma mangga Val.). Uji aktivitas repelen dilakukan menggunakan ekstrak dengan konsentrasi 10%, dan minyak atsiri dengan konsentrasi 2,5%; 5%; 10%; dan 20%, serta DEET dengan konsentrasi 12,5% yang digunakan sebagai pembanding. Minyak atsiri dianalisis dengan menggunakan kromatografi gas-spektroskopi massa (KG-SM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak rimpang temulawak dan temu mangga tidak memberikan aktivitas larvasida yang signifikan, sedangkan minyak atsiri rimpang temulawak memberikan aktivitas larvasida yang signifikan dengan nilai LC50 dan LC90 sebesar 46,404 -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






