Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Limbah Batang Pohon Pisang (Musa paradisiaca) Sebagai Alternatif Pembentuk Bioplastik


Produksi pisang (Musa paradisiaca) yang tinggi menghasilkan limbah batang pohon pisang karena pohon pisang hanya dapat satu kali berbuah dan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021121000078Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    2704
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    2704
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek

    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Produksi pisang (Musa paradisiaca) yang tinggi menghasilkan limbah batang pohon pisang karena pohon pisang hanya dapat satu kali berbuah dan penggunaan batang pisang masih sangat terbatas. Batang pisang memiliki kandungan selulosa sebesar 45-50%. Selulosa merupakan bahan baku pembuatan bioplastik karena selulosa dapat diuraikan kembali oleh mikroorganisme secara alami menjadi senyawa yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah batang pohon pisang dapat digunakan sebagai bahan pembentuk bioplastik dan bagaimana karakteristik bioplastik dari batang pohon pisang. Penelitian ini melalui beberapa tahapan, yaitu preparasi bahan, analisis kandungan selulosa dengan metode chesson, pembuatan pulp, pembuatan bioplastik dengan metode inversi fasa, dan karakterisasi bioplastik. Bioplastik dibuat dengan variasi rasio penambahan khitosan terhadap pulp selulosa sebesar 3:10; 4:10; dan 5:10. Hasil penelitian menunjukkan batang pohon pisang dapat digunakan sebagai bahan pembentuk bioplastik. Kadar rata-rata selulosa batang pohon pisang diperoleh sebesar 32,22% dan kadar rata-rata lignin sebesar 4,78%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa bioplastik yang terbentuk belum homogen dan tidak ditemukan adanya gugus fungsi baru pada bioplastik. Bioplastik dengan variasi khitosan dan pulp 3:10; 4:10; dan 5:10 memiliki densitas sebesar 0,9153 g/cm3; 0,9403 g/cm3; dan 0,9677 g/cm3 serta ketahanan terhadap air dengan % derajat pengembangan sebesar 13,965%, 9,194%, dan 6,364%. Pengujian sifat mekanik menunjukkan nilai kuat tarik untuk bioplastik dengan variasi khitosan dan pulp 3:10 sebesar 2,266 MPa, 4:10 sebesar 3,2471 MPa, dan 5:10 sebesar 1,917 Mpa.

    Kata kunci : Batang pisang, selulosa, bioplastik
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi