Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Penggunaan Kelompok Obat Penginduksi Kerusakan Ginjal Pada Pasien Dengan Kreatinin di Atas Normal di Salah Satu Rumah Sakit di Kota Bandung


Penyakit ginjal merupakan salah satu penyakit dengan tingkat prevalensi cukup tinggi di Indonesia dimana salah satu penyebabnya adalah penggunaan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021121000057Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    2682
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    2682
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek

    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penyakit ginjal merupakan salah satu penyakit dengan tingkat prevalensi cukup tinggi di Indonesia dimana salah satu penyebabnya adalah penggunaan kelompok obat penginduksi kerusakan ginjal. Kreatinin dan ureum merupakan parameter kerusakan fungsi ginjal sehingga kreatinin di atas normal (0,6-1,2 mg/dl) merupakan salah satu indikasia dan gangguan fungsi ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan obat-obat penginduksi kerusakan ginjal pada pasien dengan kreatinin di atas normal di salah satu rumah sakit di kota Bandung. Data dikumpulkan secara konkuren dan diolah secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 36 subjek penelitian 100% mendapatkan obat penginduksi kerusakan ginjal dengan persentase penggunaan obat terbanyak adalah ranitidin sebesar 35% kaptopril 19%, sefriakson 12%, furosemid 9 %, ciprofloxacin7%, sefiksim 6%, sefadroksil 5%, mannitol 2%, omeprazol 2%, sefotaksim 2 %, dan allopurinol 1%. Dari 36 subjek penelitian, 30 orang memerlukan perlakuan khusus berupa penyesuaian dosis, 23 orang diantaranya dilakukan penyesuaian dosis, 7 orang lainnya tidak dilakukan penyesuaian dosis. Perubahan nilai klirenskreatinin dapat dilihat pada kelompok yang mendapat perlakuan khusus dengan penyesuaian dosis yaitu 16 orang mengalami kenaikan nilai klirenskreatinin yang menunjukkan fungsi ginjal mengalami perbaikan, 3 orang mengalami penurunan nilai klirenskreatinin, dan 4 orang lainnya hanya dilakukan sekali pemeriksaan. Perubahan fungsi ginjal dapat dilihat pada kelompok yang tidak mendapatkan perlakuan khusus yaitu dari 7 orang 5 diantaranya mengalami kenaikan nilai klirenskreatinin 2 orang hanya dilakukan sekali pemeriksaan.

    Kata kunci : Ureum, Kreatinin, Klirens Kreatinin, Obat penginduksi Kerusakan Ginjal
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi