Detail Cantuman

Image of HUBUNGAN FAKTOR RISIKO DENGAN MUKOSITIS ORAL PADA PASIEN KANKER KEPALA DAN LEHER YANG MENDAPATKAN RADIOTERAPI/ KEMORADIOTERAPI DI RUMAH SAKIT DR. HASAN SADIKIN BANDUNG 2015-2019

Thesis  

HUBUNGAN FAKTOR RISIKO DENGAN MUKOSITIS ORAL PADA PASIEN KANKER KEPALA DAN LEHER YANG MENDAPATKAN RADIOTERAPI/ KEMORADIOTERAPI DI RUMAH SAKIT DR. HASAN SADIKIN BANDUNG 2015-2019


v
Hubungan faktor risiko dengan mukositis oral pada pasien kanker kepala dan leher
yang mendapatkan radioterapi/ kemoradioterapi di ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    Th-883883 616.31 Lef HSekeloa (Penyakit Mulut)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Fakultas Kedokteran Gigi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    616.31 Lef H
    Penerbit PPDGS IPM FKG UNPAD : FKG Sekeloa Unpad.,
    Deskripsi Fisik
    xvii, 107 hlm; ilus; 21x30cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    160721180005
    Klasifikasi
    616.31
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • v
    Hubungan faktor risiko dengan mukositis oral pada pasien kanker kepala dan leher
    yang mendapatkan radioterapi/ kemoradioterapi di Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin
    Bandung 2015-2019
    ABSTRAK
    Pendahuluan: Terapi kanker baik radioterapi maupun kemoterapi dapat menyebabkan
    munculnya mukositis oral. Derajat keparahan mukosistis bergantung pada agen, dosis,
    intensitas dari terapi kanker yang diberikan serta faktor-faktor risiko lain. Tujuan: Mengetahui
    prevalensi mukositis oral dan hubungan faktor risiko dengan mukositis oral pada pasien kanker
    kepala dan leher yang mendapatkan radioterapi atau kemoradioterapi. Metode: Penelitian
    retrospektif dengan metode cross sectional, sebanyak 171 rekam medik pasien kanker kepala
    dan leher di Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin, Bandung pada Januari 2015 sampai dengan
    Desember 2019 yang mendapatkan radioterapi dan kemoradioterapi. Analisis data
    menggunakan analisis Spearman correlation untuk menganalisis hubungan antara faktor risiko
    untuk mengetahui signifikansi dan hubungan antara variabel terikat pada variabel bebas secara
    keseluruhan. Hasil: 59 orang mengalami mukositis oral, laki-laki 26,9%, wanita 7,6%; rasio
    3:1 dengan rentan usia 40-60 tahun. Analisis Spearman correlation terdapat hubungan yang
    signifikan antara body mass index (BMI) (ρ=0,000), kebiasaan merokok (ρ=0,000), regimen
    kemoterapi (ρ=0,013), durasi kemoterapi (ρ=0,019), siklus kemoterapi (ρ=0,021), dan siklus
    radioterapi (ρ=0,000). Kesimpulan: Prevalensi mukositis oral sebesar 34,5%. Faktor risiko yg
    berhubungan dgn terjadinya mukositis oral antara lain body mass (BMI), Kebiasaan merokok,
    regimen kemoterapi, durasi kemoterapi, siklus kemoterapi, dan siklus radioterapi
    Kata Kunci: Kanker kepala dan leher, mukositis oral, prevalensi, faktor risiko
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi