Detail Cantuman

Image of Hubungan Nilai Serum Total Antioxidant Capacity terhadap Jumlah Viral Load, CD4, dan Lesi Oral Penderita HIV/AIDS

Thesis  

Hubungan Nilai Serum Total Antioxidant Capacity terhadap Jumlah Viral Load, CD4, dan Lesi Oral Penderita HIV/AIDS


Pendahuluan: Parameter perkembangan penyakit HIV/AIDS dapat dilihat dari nilai
viral load, jumlah CD4, kejadian lesi rongga mulut, serta ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    Th-885885 616.31 Zak HSekeloa (Penyakit Mulut)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Fakultas Kedokteran Gigi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    616.31 Zak H
    Penerbit PPDGS IPM FKG UNPAD : FKG Sekeloa Unpad.,
    Deskripsi Fisik
    vi, 64 hlm; ilus; 21x30cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    160721180004
    Klasifikasi
    616.31
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Pendahuluan: Parameter perkembangan penyakit HIV/AIDS dapat dilihat dari nilai
    viral load, jumlah CD4, kejadian lesi rongga mulut, serta adanya stres oksidatif.
    Saat replikasi virus meningkat, proses viral-induced cell death akan menyebabkan
    menurunnya CD4 dan mengakibatkan kerusakan DNA sel, termasuk epitel rongga
    mulut. Setidaknya satu lesi oral dapat muncul pada sebagian besar penderita
    HIV/AIDS. Selain itu, proses patogenesis HIV juga menjadi kontributor produksi
    radikal bebas di dalam tubuh sehingga mengakibatkan perburukan penyakit.
    Konsumsi antioksidan dari diet dan proses alamiah tubuh memproduksi antioksidan
    dalam upaya mengembalikan keseimbangan oksidan dan antioksidan di dalam sel
    dapat diukur dari serum, yang disebut dengan nilai total antioxidant capacity
    (TAOC). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan nilai TAOC pada
    pasien HIV/AIDS terhadap individu sehat, serta hubungannya dengan nilai viral
    load, jumlah CD4, dan lesi oral. Metode Riset: Jenis penelitian ini merupakan cross
    sectional dengan subjek penelitian berupa bahan biologis tersimpan dalam bentuk
    serum. Nilai TAOC diukur menggunakan ELISA dengan metode colorimetric.
    Data yang diperoleh diolah secara statistik dengan uji Chi-Square untuk melihat
    perbedaan data HIV dan individu sehat, serta Uji Spearman’s correlation untuk
    menganalisis hubungan antara TAOC dan variabel lainnya. Temuan Riset dan
    Diskusi: Sampel serum berasal dari 35 pasien HIV/AIDS (74,29% laki-laki dan
    25,71% perempuan) dan 23 orang individu sehat (65,21% laki-laki dan 34,78%
    perempuan). Sampel HIV/AIDS terbanyak berasal dari kelompok usia 25-34 dan
    35-44 tahun (masing-masing sebesar 37,14%), berpendidikan SMA/SMU
    (40,00%), dan bekerja sebagai pegawai swasta (37,14%). Nilai serum TAOC pada
    pasien HIV/AIDS berbeda bermakna dibandingkan individu sehat (p
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi