Detail Cantuman

Image of Hubungan Kadar Vitamin E Pada Saliva Dan Serum Dengan CD4 Pasien HIV

Thesis  

Hubungan Kadar Vitamin E Pada Saliva Dan Serum Dengan CD4 Pasien HIV


ABSTRAK
Pendahuluan: Human Immunodeficiency virus (HIV) dan Acquired Immune
Deficiency Syndrome (AIDS) masih merupakan masalah global ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    Th-820820 616.31 Nas HSekeloa (Penyakit Mulut)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Fakultas Kedokteran Gigi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    616.31 Nas H
    Penerbit PPDGS IPM FKG UNPAD : FKG Sekeloa Unpad.,
    Deskripsi Fisik
    ix,77 hlm; ilus; 21x30cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    160721170008
    Klasifikasi
    616.31
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • ABSTRAK
    Pendahuluan: Human Immunodeficiency virus (HIV) dan Acquired Immune
    Deficiency Syndrome (AIDS) masih merupakan masalah global termasuk di
    Indonesia. Selama infeksi HIV, terjadi penurunan jumlah sel T CD4 yang
    mempengaruhi imunologik. Salah satu penyebab menurunnya sistem imun adalah
    kekurangan nutrisi. Pasien HIV/AIDS cenderung mengalami defisiensi vitamin E.
    Tujuan: Menganalisis perbedaan kadar vitamin E pada saliva dan serum pasien
    HIV dengan ART, tanpa ART serta individu sehat serta melihat hubungan kadar
    vitamin E pada saliva dan serum dengan jumlah CD4 pasien HIV/AIDS. Metode:
    Jenis penelitian ini adalah cross sectional. Subjek penelitian adalah pasien
    HIV/AIDS dengan ART, tanpa ART serta pasien non HIV sebagai kontrol. Kadar
    vitamin E pada saliva dan serum diperiksa dengan Enzyme Linked Immunosorbent
    Assay (ELISA). Data yang diperoleh diolah secara statistik dengan uji Mann
    Whitney Hasil: Subjek sebanyak 85 orang, 30 orang pasien HIV dengan ART, 30
    orang pasien tanpa ART serta 25 orang pasien non HIV. Jumlah CD4 pasien HIV
    terbanyak adalah rentang ≥200 sel/mm3 (77%). Median kadar vitamin E saliva
    pasien HIV dengan ART sebesar 1,4367 μmol/L, pada pasien HIV tanpa ART
    sebesar 2,5533 μmol/L, sedangkan pasien sehat sebesar 3,2840 μmol/L. Kadar
    vitamin E serum di bawah nilai normal pada pasien HIV dengan ART sebesar 83%,
    sedangkan pada pasien HIV non ART 67% dan pada pasien non HIV 16%.
    Kesimpulan: Kadar vitamin E pada saliva dan serum kelompok pasien HIV tanpa
    ART lebih besar dibandingkan dengan kelompok pasien HIV dengan ART. Tidak
    terdapat korelasi antara jumlah CD4 dengan kadar vitamin E dalam saliva dan
    serum baik secara keseluruhan maupun pada pasien HIV dengan ART dan tanpa
    ART (p>0,05). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kadar vitamin E
    saliva dan serum dengan status gizi pasien sehat, HIV dengan ART serta tanpa ART
    nilai (p>0,05).
    Kata kunci: CD4, HIV/AIDS, vitamin E
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi