Thesis
Hubungan Kadar Vitamin E Pada Saliva Dan Serum Dengan CD4 Pasien HIV
ABSTRAK
Pendahuluan: Human Immunodeficiency virus (HIV) dan Acquired Immune
Deficiency Syndrome (AIDS) masih merupakan masalah global ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan Th-820 820 616.31 Nas H Sekeloa (Penyakit Mulut) Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Kedokteran GigiJudul Seri -No. Panggil 616.31 Nas HPenerbit PPDGS IPM FKG UNPAD : FKG Sekeloa Unpad., 2020 Deskripsi Fisik ix,77 hlm; ilus; 21x30cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN 160721170008Klasifikasi 616.31Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab DEVI NASUTION ( Author ) -
ABSTRAK
Pendahuluan: Human Immunodeficiency virus (HIV) dan Acquired Immune
Deficiency Syndrome (AIDS) masih merupakan masalah global termasuk di
Indonesia. Selama infeksi HIV, terjadi penurunan jumlah sel T CD4 yang
mempengaruhi imunologik. Salah satu penyebab menurunnya sistem imun adalah
kekurangan nutrisi. Pasien HIV/AIDS cenderung mengalami defisiensi vitamin E.
Tujuan: Menganalisis perbedaan kadar vitamin E pada saliva dan serum pasien
HIV dengan ART, tanpa ART serta individu sehat serta melihat hubungan kadar
vitamin E pada saliva dan serum dengan jumlah CD4 pasien HIV/AIDS. Metode:
Jenis penelitian ini adalah cross sectional. Subjek penelitian adalah pasien
HIV/AIDS dengan ART, tanpa ART serta pasien non HIV sebagai kontrol. Kadar
vitamin E pada saliva dan serum diperiksa dengan Enzyme Linked Immunosorbent
Assay (ELISA). Data yang diperoleh diolah secara statistik dengan uji Mann
Whitney Hasil: Subjek sebanyak 85 orang, 30 orang pasien HIV dengan ART, 30
orang pasien tanpa ART serta 25 orang pasien non HIV. Jumlah CD4 pasien HIV
terbanyak adalah rentang ≥200 sel/mm3 (77%). Median kadar vitamin E saliva
pasien HIV dengan ART sebesar 1,4367 μmol/L, pada pasien HIV tanpa ART
sebesar 2,5533 μmol/L, sedangkan pasien sehat sebesar 3,2840 μmol/L. Kadar
vitamin E serum di bawah nilai normal pada pasien HIV dengan ART sebesar 83%,
sedangkan pada pasien HIV non ART 67% dan pada pasien non HIV 16%.
Kesimpulan: Kadar vitamin E pada saliva dan serum kelompok pasien HIV tanpa
ART lebih besar dibandingkan dengan kelompok pasien HIV dengan ART. Tidak
terdapat korelasi antara jumlah CD4 dengan kadar vitamin E dalam saliva dan
serum baik secara keseluruhan maupun pada pasien HIV dengan ART dan tanpa
ART (p>0,05). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kadar vitamin E
saliva dan serum dengan status gizi pasien sehat, HIV dengan ART serta tanpa ART
nilai (p>0,05).
Kata kunci: CD4, HIV/AIDS, vitamin E -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






