Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Uji Toksisitas Tablet Ekstrak Biji Pala (Myristica fragrans Houtt.) Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2


Penderita diabetes mellitus tipe 2 mengalami resistensi insulin, sehingga pada umumnya penderita diabetes mellitus tipe 2 mengalami kondisi diabetes ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021121000010Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    2635
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    2635
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek

    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penderita diabetes mellitus tipe 2 mengalami resistensi insulin, sehingga pada umumnya penderita diabetes mellitus tipe 2 mengalami kondisi diabetes dan dislipidemia diabetik. Dengan demikian dibutuhkan terapi antidiabetes dan antidislipidemik. Pada penelitian sebelumnya diketahui bahwa ekstrak biji pala (Myristica fragrans Houtt.) memiliki aktivitas ganda, yaitu agonis Peroxisome Proliferator-Activated Receptors (PPAR), yaitu PPAR? dan PPAR? yang berperan sebagai antidiabetes dan antidislipidemik. Tablet ekstrak biji pala (Myristica fragrans Houtt.) bebas safrol dan miristisin tersebut telah melalui uji praklinik dan klinik fase I, hasilnya menunjukkan bahwa produk tersebut aman digunakan dan dapat ditoleransi oleh sukarelawan sehat. Pada penelitian ini dilakukan pengujian toksisitas tablet ekstrak biji pala (Myristica fragrans Houtt.) bebas safrol dan miristisin pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Tablet ekstrak biji pala bebas safrol dan miristisin diberikan peroral setiap hari selama 28 hari dengan dosis 300 mg/hari. Pengukuran kadar kreatinin, SGOT, SGPT, dan hematologi (hemoglobin, leukosit, eritrosit, trombosit, dan hematokrit) dilakukan pada minggu ke-0 (M0) sebagai base-line, minggu ke-2 (M2) yaitu setelah 2 minggu (14 hari) dari M0, dan minggu ke-4 (M4) yaitu setelah 4 minggu (28 hari) dari M0. Pengukuran menggunakan alat fotometer otomatis Roche/Hitachi 917 Modular analyzer (pemeriksaan kreatinin, SGOT, dan SGPT) beserta alat-alat pendukungnya dan Sysmex XT -2000i (pemeriksaan hematologi). Data hasil percobaan dianalisis secara statistik dengan metode Analisis of Varians (ANOVA) Single factor. Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perubahan yang bermakna antara sebelum dan sesudah penggunaan tablet ekstrak biji pala (Myristica fragrans Houtt) bebas safrol dan miristisin dengan dosis 300 mg/hari selama 4 minggu (28 hari). Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan tablet ekstrak biji pala tersebut aman pada pasien diabetes mellitus tipe 2.

    Kata kunci : Myristica fragrans Houtt., diabetes mellitus tipe 2, toksisitas
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi