Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Pengauh Perbedaan Metode Penambahan Glutathione terhadap Kualitas Chilled Semen Domba Lokal Hasil Sexing


Metode Penambahan Glutathione yang tepat pada titik kritis pembuatan
Chilled semen Domba Lokal hasil sexing dapat meningkatkan kualitas ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    SKR001041Skr.5955Perpustakaan Fakultas PeternakanTersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Peternakan
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    Skr.5955
    Penerbit Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran : Sumedang.,
    Deskripsi Fisik
    xiii, 81 hlm.: ilus.; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    636.3
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Metode Penambahan Glutathione yang tepat pada titik kritis pembuatan
    Chilled semen Domba Lokal hasil sexing dapat meningkatkan kualitas sperma.
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan metode
    penambahan glutahathione terhadap kualitas chilled semen Domba Lokal.
    Penelitian ini menggunakan metode exsperimental, dengan Rancangan Acak
    Lengkap (RAL). Objek yang digunakan penelitian ini adalah semen Domba
    Lokal. Semen dibagi ke dalam empat perlakuan metode penambahan glutathione:
    satu kali penambahan glutathione sebelum sexing sebanyak 5 mM (P1), satu kali
    penambahan sebelum sentrifugasi sebanyak 5 mM (P2), dua kali penambahan
    sebelum sexing dan sebelum sentrifugasi sebanyak 2,5 mM (P3), dua kali
    penambahan sebelum sexing dan ketika pengenceran pellet sebanyak 2,5 mM
    (P4). Parameter yang diteliti adalah motilitas, abnormalitas, dan TAU. Hasil
    penelitian menunjukkan motilitas sperma (fraksi atas ; fraksi bawah) secara
    berurutan dari hasil terbesar adalah P3 (72,68% ; 71,76%), P1 (69,83% ; 68,40%),
    P2 (66,44% ; 68,08%), dan P4 (65,00% ; 66,04%). Hasil untuk TAU sperma
    (fraksi atas ; fraksi bawah) adalah P3 (71,40% ; 72,00%), P1 (68,90% ; 70,40), P2
    (65,80% ; 67,32), P4 (65,20% ; 62,90%). Hasil untuk abnormalitas fraksi atas (X)
    secara berurutan 3,20% (P3), 3,90% (P1), 4,60% (P4), 5,20% (P2). Fraksi bawah
    (Y) 3,20% (P3), 3,80% (P1), 4,60% (P2), 4,70% (P4). Hasil penelitian secara
    keseluruhan dapat disimpulkan bahwa metode penambahan gluthathione dua kali
    sebelum proses sexing dan sebelum proses sentrifugasi sebanyak 2,5 mM
    menghasilkan kualitas terbaik.
    Kata Kunci : Sexing sperma, Metode penambahan glutathione, Kualitas sperma,
    semen Domba Lokal
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi