Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Uji Toksisitas Subkronik Ekstrak Etanol Kelopak Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa L.)


Saat ini kelopak bunga rosela semakin ramai digunakan sebagai obat herbal/tradisional. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa kelopak bunga ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021111000190Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    2790
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    2790
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek

    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Saat ini kelopak bunga rosela semakin ramai digunakan sebagai obat herbal/tradisional. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa kelopak bunga rosela memiliki khasiat membantu mengobati beberapa penyakit salah satunya sebagai antihipertensi. Dalam perkembangannya, kelopak bunga rosela harus mengalami pembuktian ilmiah untuk menjamin manfaat dan keamanannya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai toksisitas ekstrak etanol kelopak bunga rosela dengan dosis 250 mg/kg BB pada pemberian berulang selama 90 hari berturut-turut pada tikus putih jantan dan betina. Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi efek toksik yang cukup berarti. Secara statistik, hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok uji memberikan perbedaan bermakna dibandingkan kelompok kontrol masing-masing pada kenaikan kadar hemoglobin dan kadar hematokrit pada kelompok tikus betina, serta kenaikan kadar ureum pada kelompok tikus jantan dan betina. Sedangkan perbandingan antara kelompok satelit terhadap kontrol dan uji menunjukkan perbedaan bermakna pada kenaikan berat badan tikus jantan dan betina, penurunan kadar ureum pada tikus jantan dan betina, serta penurunan indeks organ hati pada tikus betina. Sementara itu kenaikan kadar hemoglobin pada tikus betina, penurunan kadar hematokrit pada tikus betina, kenaikan kadar eritrosit pada tikus betina, serta kenaikan kadar kreatinin pada tikus betina kelompok satelit menunjukkan perbedaan yang bermakna hanya pada kelompok kontrol. Hasil pemeriksaan tukak lambung menunjukkan bahwa tidak terjadi tukak pada lambung tikus baik pada kelompok kontrol, uji, maupun satelit. Hasil histopatologi organ untuk semua kelompok menunjukkan tidak adanya kerusakan yang serius pada organ hati dan ginjal.

    Kata kunci: Toksisitas subkronik; Hibiscus sabdariffa L.; Antihipertensi.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi