Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Penentuan Fraksi Aktif Biji Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff) Boerl.) Terhadap Bakteri Penyebab Jerawat Propionibacterium acnes dan Isolat Staphylococcus aureus Menggunakan Metode Mikrodilusi


Di Indonesia, biji mahkota dewa digunakan secara empirik sebagai obat luar untuk mengobati gatal, koreng, kudis, jerawat dan eksim. Beberapa ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021111000187Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    2786
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    2786
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek

    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Di Indonesia, biji mahkota dewa digunakan secara empirik sebagai obat luar untuk mengobati gatal, koreng, kudis, jerawat dan eksim. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa biji mahkota dewa memiliki aktivitas terhadap bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus aureus sebagai bakteri penyebab penyakit kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan fraksi aktif biji mahkota dewa (Phaleria macrocarpa Scheff. Boerl.) terhadap bakteri Propionibacterium acnes dan isolat Staphylococcus aureus dengan menggunakan metode Mikrodilusi. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol. Fraksinasi dengan Kromatografi Cair Vakum (KCV) menggunakan eluen gabungan n-heksana, etil asetat, dan metanol dengan gradien kepolaran yang meningkat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 6 fraksi hasil KCV mampu menghambat bakteri penyebab jerawat, Propionibacterium acnes pada konsentrasi 25 % dan isolat Staphylococcus aureus pada konsentrasi 10%.
    Kata kunci : Jerawat, Phaleria macrocarpa Scheff. Boerl, Staphylococcus aureus, Propionibacterium acnes.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi