Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Aktivitas Antibakteri Ekstrak dan Fraksi Ekstrak dari Daun Tumbuhan Pakan Primata Asal Pangandaran Terhadap Bacillus subtilis


Primata merupakan kelompok hewan yang secara anatomi, fisiologi dan tingkah laku paling mirip dengan manusia. Penelitian ini bertujuan mengetahui ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021111000172Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    2763
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    2763
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek

    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Primata merupakan kelompok hewan yang secara anatomi, fisiologi dan tingkah laku paling mirip dengan manusia. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antibakteri dari 34 ekstrak etanol dan fraksi-fraksinya dari daun pakan primata asal Pangandaran terhadap Bacillus subtilis serta menentukan Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum (KHTM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM). Pengujian aktivitas antibakteri, penentuan KHTM dan KBM ekstrak dan fraksi-fraksinya terhadap Bacillus subtilis dilakukan dengan metode mikrodilusi. Fraksinasi dilakukan terhadap 3 ekstrak etanol dengan aktivitas antibakteri terbesar. Hasil penelitian menunjukan bahwa semua tanaman pakan primata yang diuji dapat menghambat pertumbuhan bakteri Bacillus subtilis dan tiga diantaranya memiliki aktivitas paling baik, yaitu beringin (Ficus benjamina), katulampa (Elaeocarpus glabra) dan kiara kebo (Ficus sp) dimana ketiganya menghambat pada konsentrasi 31,25-62,5 ?g/mL. KBM dari ekstrak daun beringin dan kiara kebo adalah 125-250 ?g/mL, sedangkan KBM ekstrak daun katulampa adalah 250-500 ?g/mL. Fraksi yang memberikan aktivitas antibakteri terbaik adalah fraksi n-heksan dan etil asetat dari daun beringin serta kiara kebo, KHTM dari keempat fraksi adalah sama, yaitu 62,5-125 ?g/mL. KBM fraksi etil asetat dari ekstrak daun beringin dan kiara kebo adalah 62,5-125 ?g/mL, sedang fraksi n-heksan ekstrak daun beringin dan kiara kebo pada rentang konsentrasi 125-250 ?g/mL.

    Kata kunci : Antibakteri, pakan primata, KHM, KBM, Bacillus subtilis
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi