Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Formulasi Krim Antijerawat Ekstrak Etanol Daun Kapuk (Ceiba pentandra L.) dan Uji Aktivitas Antibakterinya


Jerawat merupakan penyakit yang bersifat multifaktoral, salah satu penyebabnya adalah infeksi bakteri. Banyaknya resistensi bakteri penyebab jerawat ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021111000164Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    2740
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    2740
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek

    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Jerawat merupakan penyakit yang bersifat multifaktoral, salah satu penyebabnya adalah infeksi bakteri. Banyaknya resistensi bakteri penyebab jerawat terhadap berbagai antibiotik menjadi dasar pencarian bahan alam sebagai antijerawat alternatif, antara lain dari daun tumbuhan kapuk (Ceiba pentandra L.). Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh formula sediaan krim antijerawat dari ekstrak etanol daun kapuk yang efektif terhadap terhadap bakteri penyebab jerawat dan stabil dalam penyimpanan. Metode penelitian yang dilakukan meliputi pengumpulan bahan dan determinasi tumbuhan, ekstraksi tumbuhan, penapisan fitokimia ekstrak, analisis profil Kromatografi Lapis Tipis (KLT) ekstrak, uji aktivitas antibakteri ekstrak, penentuan Konsentrasi Hambat Tumbuh Minimum (KHTM) ekstrak, formulasi sediaan krim dengan variasi konsentrasi ekstrak, pengujian kualitas fisik sediaan krim, uji aktivitas antibakteri sediaan krim dan uji banding aktivitas antibakteri sediaan krim terhadap ekstrak. Dari hasil penelitian diketahui bahwa ekstrak etanol daun kapuk memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis ATTC 12228 dan Propionibacterium acnes isolat klinik, dengan nilai KHTM berturut-turut sebesar 0,125% dan 0,063%. Ekstrak ini mempunyai rendemen sebesar 9,135% dan paling sedikit mengandung tujuh senyawa kimia dari golongan alkaloid, polifenol, tanin, flavonoid, monoterpenoid, seskuiterpenoid serta kuinon. Sediaan krim diformulasi menggunakan basis F2 (konsentrasi viscolam 10%) dan ekstrak etanol daun kapuk sebesar dua kali KHTM atau 0,25% (F1), tiga kali KHTM atau 0,375% (F2) dan empat kali KHTM atau 0,5 % (F3). F1 menjadi sediaan krim antijerawat dengan kualitas fisik terbaik selama 30 hari dan stabil selama 1 tahun masa penyimpanan. F3 menjadi sediaan krim antijerawat dengan aktivitas antibakteri terbaik terhadap Propionibacterium acnes isolat klinik.

    Kata kunci: Jerawat; Kapuk (Ceiba pentandra L.); Krim; Staphylococcus epidermidis; Propionibacterium acnes
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi