Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Profil Penggunaan Antibiotika Pada Pasien Rawat Inap di Salah Satu Rumah Sakit Kota Bandung Selama Periode 2007-2010 Dengan Menggunakan Metode ATC/DDD dan DU90%


Data kuantitas penggunaan antibiotika untuk pengobatan penyakit infeksi dibutuhkan dalam rangka mencegah berkembangnya resistensi bakteri dan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021111000161Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    2626
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    2626
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek

    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Data kuantitas penggunaan antibiotika untuk pengobatan penyakit infeksi dibutuhkan dalam rangka mencegah berkembangnya resistensi bakteri dan meningkatkan kualitas penggunaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan golongan antibiotika, jenis antibiotika, antituberkulosis, obat generik, dan penggunaan obat yang masuk ke dalam Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) 2008 pada pasien rawat inap di salah satu rumah sakit kota Bandung pada tahun 2007-2010. Data penggunaan antibiotika didapatkan dari Instalasi Farmasi Rawat Inap. Kuantitas antibiotika yang digunakan dihitung sebagai Defined Daily Dose (DDD) per 100 hari rawat berdasarkan sistem Anatomical Therapeutic Chemical/Defined Daily Dose (ATC/DDD) dan Drug Utilization 90% (DU90%) yang dikeluarkan oleh WHO Collaborating Centre for Drug Statistics Methodology dan disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Golongan antibiotika yang masuk ke dalam segmen DU90% adalah beta laktam, kuinolon, antituberkulosis, sulfonamida dan makrolida. Jenis antibiotika yang selalu masuk ke dalam segmen DU90% adalah siprofloksasin, seftriakson, amoksisilin, levofloksasin, sefiksim, kotrimoksazol, piperasilin, sefuroksim, ofloksasin, sefotaksim, tiamfenikol, klindamisin, meropenem dan dari golongan antituberkulosis yaitu isoniazid, rifampisin, pirazinamid, dan etambutol. Profil penggunaan antituberkulosis yang pertama adalah kombinasi rifampisin, isoniazid, pirazinamid dan etambutol, yang kedua adalah isoniazid, yang ketiga adalah rifampisin, yang keempat adalah pirazinamid, yang kelima adalah kombinasi dari rifampisin, isoniazid dan pirazinamid, yang keenam adalah etambutol, dan yang ketujuh adalah kombinasi rifampisin dan isoniazid. Penggunaan obat branded (rata-rata sebesar 165,51 DDD/100 hari rawat) lebih besar dari obat generik (rata-rata sebesar 59,86 DDD/100 hari rawat). Penggunaan antibiotika yang masuk ke dalam DOEN 2008 cenderung tetap yaitu berkisar antara 42% - 45%.
    Kata Kunci: ATC/DDD, DU90%, antibiotika, antituberkulosis, obat generik, dan DOEN.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi