
Skripsi
Gambaran Konsentrasi Fluor dalam Saliva dan Indeks Karies pada Anak dengan Gangguan Spektrum Autisme di Kota Bandung
Pendahuluan: Gangguan spektrum autisme merupakan gangguan perkembangan otak yang menyebabkan terhambatnya interaksi, komunikasi, dan perilaku. Anak ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan Ped1 - 4883 4883 617.64 Ram G Jatinangor (Pedodonsia) Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Kedokteran GigiJudul Seri -No. Panggil 617.64 Ram GPenerbit FKG Unpad : FKG UNPAD JATINANGOR., 2020 Deskripsi Fisik xv, 108 hlm; ilus,; 21 X 30 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN 160110160080Klasifikasi 617.64Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Firda Pasha Ramadhani (Author) -
Pendahuluan: Gangguan spektrum autisme merupakan gangguan perkembangan otak yang menyebabkan terhambatnya interaksi, komunikasi, dan perilaku. Anak dengan GSA akan mengalami kesulitan untuk bekerjasama dalam menjaga kebersihan gigi dan mulutnya. Kebersihan mulut adalah indikator yang paling berpengaruh terhadap terjadinya karies. Karies gigi adalah penyakit mikrobial yang menyebabkan kerusakan jaringan gigi yang terkalsifikasi. Penilaian risiko karies didasarkan pada beberapa indikator karies termasuk kondisi klinis (indeks DMF-T), lingkungan (fluor), dan kesehatan umum. Tujuan penelitian adalah untuk memberikan gambaran konsentrasi fluor dalam saliva dan indeks karies pada anak dengan gangguan spektrum autisme di Kota Bandung. Metode: Penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan studi deskriptif. Sampel penelitian terdiri dari 17 siswa di empat SLB di Kota Bandung. Sampel dipilih menggunakan metode non-randomized purposive sampling dengan kriteria anak yang telah terdiagnosis GSA sesuai dengan kategori DSM-V, telah dapat berkomunikasi dan kooperatif, tidak memiliki penyakit sistemik, dan tidak dalalm mengonsumsi obat antiholinergik. Pengukuran konsentrasi fluor dalam saliva menggunakan metode SPADNS secara spektrofotometri. Indeks karies yang digunakan adalah indeks def-t untuk gigi sulung dan indeks DMF-T untuk gigi permanen. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan indeks def-t dan indeks DMF-T pada anak GSA masing-masing adalah 1,2 dan 2,1 serta rata-rata konsentrasi fluor saliva adalah 0,01490 ppm. Simpulan: Gambaran konsentrasi fluor dalam saliva pada anak GSA di Kota Bandung termasuk ke dalam batas normal dan indeks karies pada anak GSA di Kota Bandung termasuk ke dalam tingkat keparahan rendah menurut kategori WHO. Hasil disebabkan oleh kontrol diet dan pengawasan orangtua dalam menyikat gigi. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






