Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Uji Toksisitas Subkronik Ekstrak Biji Pala (Myristica fragrans Houtt.) Bebas Myristicin dan Safrole Terhadap Tikus Putih Jantan dan Betina Galur Wistar.


Telah dilakukan uji toksisitas subkronik ekstrak biji pala (Myristica fragrans Houtt.) bebas safrole dan myristisin dengan metode kromatografi kolom. ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021111000121Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    2585
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    2585
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek

    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Telah dilakukan uji toksisitas subkronik ekstrak biji pala (Myristica fragrans Houtt.) bebas safrole dan myristisin dengan metode kromatografi kolom. Pengujian toksisitas tersebut dilakukan pada tikus putih jantan dan betina galur Wistar dengan tiga variable dosis yakni 26,6 mg/kg BB, 53,2 mg/kg BB, dan 106,4 mg/kg BB. Pada pengamatan karakteristik darah (eritrosit, leukosit, hemoglobin, dan hematokrit) menunjukkan hasil pada kelompok uji jantan dosis 106,4 mg/kg BB terdapat perbedaan yang bermakna terhadap kelompok kontrol pada nilai eritrosit, leukosit, dan hematokrit. Sedangkan kelompok uji betina dosis 106,4 mg/kg BB terdapat perbedaan yang bermakna terhadap kelompok kontrol pada nilai leukosit. Selanjutnya pada pengamatan biokimia darah (sGOT, sGPT, dan kreatinin) menunjukkan hasil bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna pada nilai sGPT dan kreatinin kelompok uji jantan dan betina jika dibandingkan terhadap kelompok kontrol. Pada nilai sGOT hanya pada kelompok uji jantan tidak terdapat perbedaan yang bermakna terhadap kelompok kontrol, sedangkan pada kelompok uji betina dosis 106,4 mg/kg BB terdapat perbedaan terhadap kelompok kontrol. Perbedaan pada gander ini dipengaruhi oleh hormon. Pada uji histopatologi organ (hati, ginjal, pankreas, dan jantung) pada tikus jantan dan betina galur Wistar diperoleh hasil bahwa pemberian ekstrak biji pala pada tikus galur Wistar dosis 26,6 mg/kg dan BB, 53,2 mg/kg BB tidak menunjukkan kerusakan, sedangkan pada dosis 106,4 mg/kg BB telah terjadi kerusakan organ. Namun kerusakan ini bersifat reversible pada hasil uji kelompok satelit dosis 106,4 mg/kg BB tikus jantan dan betina. Berdasarkan parameter diatas dapat disimpulkan penggunaan ekstrak biji pala (Myristica fragrans Houtt.) bebas safrole dan myristisin pada dosis 26,6 mg/kg dan BB, 53,2 mg/kg BB aman digunakan untuk dosis terapi pengobatan.
    Kata kunci: Myristica fragrans Houtt., Toksisitas Subkronik
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi