Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Profil Penggunaan Antibiotik Pasien Rawat Inap Jamkesmas RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Dengan Metode ATC/DDD dan DU 90%


Antibiotik merupakan obat yang paling banyak digunakan seiring dengan banyaknya kejadian infeksi bakteri. Sepertiga pasien rawat inap mendapat ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021111000067Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    2524
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    2524
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek

    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Antibiotik merupakan obat yang paling banyak digunakan seiring dengan banyaknya kejadian infeksi bakteri. Sepertiga pasien rawat inap mendapat antibiotik, dan biaya antibiotik dapat mencapai 50% dari anggaran untuk obat di rumah sakit. Sistem Anatomical Therapeutic Chemical Defined Daily Dose (ATC/DDD) merupakan sistem klasifikasi dan pengukuran penggunaan obat yang telah distandardisasi oleh WHO. Metode Drug Utilization 90% (DU 90%) terfokus pada obat yang pemakaiannya 90% dari jumlah obat yang digunakan. Penelitian ini dilakukan di RSUP Dr. Hasan Sadikin pada pasien rawat inap Jamkesmas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan antibiotik di RSUP Dr. Hasan Sadikin telah 100% sesuai dengan formularium. Antibiotik tersebut seluruhnya merupakan antibiotik generik demikian pula yang tertera dalam formularium. Kesesuaian penggunaan antibiotik dengan DOEN selama periode Juli-Desember 2009 berkisar 50-75%, kesesuaian tertinggi adalah pada bulan Desember (76,37%) dan terendah pada bulan Juli (53,87%). Total penggunaan antibiotik dalam satuan DDD/100 hari rawat selama periode Juli-Desember 2009 secara berturut-turut adalah 16,022; 23,535; 20,848; 25,679; 23,001; dan 17,0702 sehingga perlu diwaspadai kemungkinan terjadinya resistensi karena penggunaan antibiotik yang berlebihan. Pada periode Juli-Desember penggunaan terbanyak adalah golongan sefalosporin (seftriakson, sefotaksim, dan seftazidim) ,golongan penisilin (ampisilin dan amoksisilin) dan golongan antituberkulosis (rifampisin) dimana ketiga golongan ini selalu masuk dala segmen DU 90%. Dilihat dari data pola resistensi yang ada beberapa antibiotik yang masuk dalam segmen DU 90% kurang sensitif yang terhadap bakteri tertentu pada spesimen klinis (cairan tubuh, sputum, urin, darah, dan feses), sehingga penggunaannya perlu dibatasi untuk mencegah meningkatnya kejadian resistensi.


    Kata kunci : ATC/DDD, DU 90%, Antibiotik, rawat inap
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi