
Skripsi
Perbedaan pH Saliva Sebelum dan Sesudah Mengonsumsi Minuman Secang pada Perokok
Pendahuluan: Secang (Caesalpinia sappan L.) merupakan tanaman yang sudah lama digunakan sebagai obat tradisional. Secang mengandung zat aktif bernama ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan OB1 - 4921 4921 611 Put P Jatinangor (Oral Biologi) Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Kedokteran GigiJudul Seri -No. Panggil 611 Put PPenerbit FKG Unpad : FKG UNPAD JATINANGOR., 2020 Deskripsi Fisik xiii, 76 hlm; ilus,; 21 X 30 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN 160110160064Klasifikasi 611Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Vina Adinda Putri (Author) -
Pendahuluan: Secang (Caesalpinia sappan L.) merupakan tanaman yang sudah lama digunakan sebagai obat tradisional. Secang mengandung zat aktif bernama brazilin, yaitu senyawa flavonoid yang menghasilkan rasa pahit yang dapat menstimulasi sekresi saliva sehingga meningkatkan laju aliran dan pH saliva. Merokok dalam jangka panjang dapat menyebabkan penurunan sekresi saliva. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan data mengenai perbedaan pH saliva sebelum dan sesudah mengonsumsi minuman secang pada perokok. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental semu yang dilakukan pada 30 orang perokok yang merupakan mahasiswa laki-laki Universitas Padjadjaran. Pengukuran pH saliva dilakukan sebelum dan sesudah perokok mengonsumsi minuman secang menggunakan pH meter. Analisis data menggunakan uji t berpasangan dengan α = 0,05. Hasil dan pembahasan: Rata-rata pH saliva sebelum dan sesudah mengonsumsi minuman secang adalah 7,11 dan 7,33. Hasil uji t berpasangan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan sesudah mengonsumsi minuman secang dengan p-value sebesar 0,00. Simpulan: Terdapat perbedaan pH saliva sebelum dan sesudah mengonsumsi minuman secang pada perokok. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






