
Text
Formulasi dan Studi In Vitro Sediaan Transdermal Ibuprofen Dengan Enhancer Dimetil Sulfoksida
Sistem penghantaran obat secara transdermal menggunakan ibuprofen sebagai zat aktif telah dikembangkan. Ibuprofen adalah obat golongan Anti Inflamasi ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01021111000058 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 2514Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : ., 2011 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 2514Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi NULLSubyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab NULL -
Sistem penghantaran obat secara transdermal menggunakan ibuprofen sebagai zat aktif telah dikembangkan. Ibuprofen adalah obat golongan Anti Inflamasi Non Steroid (AINS). Sediaan transdermal ibuprofen disiapkan dengan menggunakan teknik penguapan pelarut menggunakan polivinil pirolidon sebagai basis, dibutil ftalat sebagai plastisizer dan Dimetil Sulfoksida (DMSO) sebagai peningkat penetrasi. Transdermal ibuprofen ini dikarakterisasi keseragaman berat, keseragaman kadar, pelepasan in vitro, dan studi iritasi. Studi pelepasan secara in vitro dilakukan dengan menggunakan sel difusi Franz menggunakan dapar posfat pH 7,4 sebagai medium dan lepasan kulit ular Sanca Kembang (Python reticulates) sebagai membran. Formula dengan konsentrasi DMSO 5% sebagai enhancer menunjukan persen pelepasan obat yang paling besar, yaitu 9,99 % setelah 12 jam. Pelepasan obat secara in vitro mengikuti Persamaan Higuchi. Semua formula tidak menyebabkan iritasi terhadap jaringan kulit.
Kata kunci: Transdermal, ibuprofen, DMSO, Persamaan Higuchi, in vitro. Python
reticulates -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






