Skripsi
Tinjauan Peran Gen p53 Pada Patogenesis Molekuler Karsinoma Sel Skuamosa Rongga Mulut
Pendahuluan: Karsinoma sel skuamosa rongga mulut adalah tumor ganas rongga mulut yang paling sering ditemui dan berasal dari jaringan epitelium. ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan IBM1-4795 4795 617.605 Nab T Jatinangor (IBM) Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Kedokteran GigiJudul Seri -No. Panggil 617.605 Nab TPenerbit FKG Unpad : FKG UNPAD JATINANGOR., 2019 Deskripsi Fisik xviii, 80 hlm,; illus; 29x21 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN 160110150094Klasifikasi 617.605Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Firyal Nabilla (Author) -
Pendahuluan: Karsinoma sel skuamosa rongga mulut adalah tumor ganas rongga mulut yang paling sering ditemui dan berasal dari jaringan epitelium. Abnormalitas pada kontrol siklus sel yang diatur salah satunya oleh gen p53 mungkin menjadi salah satu faktor terbentuk dan berkembangnya lesi tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk menyelidiki kemungkinan peran gen p53 dalam pembentukkan karsinoma sel skuamosa rongga mulut dan untuk mengidentifikasi protein yang berhubungan dengan gen p53 dan hubungannya terhadap karsinoma sel skuamosa rongga mulut untuk mengevaluasi penanda prognostik. Metode: Studi ini menggunakan metode studi literatur sistematik, yaitu dengan mencari artikel di sumber data PubMed. Terdapat tiga artikel artikel yang memenuhi kriteria. Hasil: Pada ketiga studi ditemukan hasil bahwa mutasi p53 pada lesi premaligna hanya sedikit yang ditemukan berkembang menjadi ganas. Seiring berjalannya waktu p53 dapat diekspresikan secara berlebih (overekspresi p53) dapat meningkatkan derajat displasia epitel oral. Mutasi p53 pada lapisan suprabasal memungkinkan terbentuknya karsinoma tahap awal. Tipe KSS dengan prognosis paling buruk secara histologis adalah tipe poorly-differentiated yang memiliki tingkat immunopositivitas terendah untuk p53, yang bermutasi melalui kejadian delesi gen p53 dan kromosom 17 yang berpotensi kearah keganasan. Kesimpulan: Lesi premaligna dengan mutasi p53 tidak selalu berkorelasi dengan perubahan ke keganasan. Mutasi p53 pada lesi premaligna pada tingkat suprabasal merupakan indikator yang menjanjikan untuk pengembangan karsinoma rongga mulut. Secara histologis tipe KSS dengan prognosis paling buruk adalah tipe poorly-differentiation yang mengalami mutasi delesi gen p53 dan kromosom 17. Mutasi delesi dapat menyebabkan produksi protein p53 lebih sedikit yang akan menunjukkan sifat agresif dari tumor, dikaitkan dengan risiko rekurensi yang lebih tinggi. Mutasi p53 juga berkorelasi terhadap berkurangnya angka harapan hidup dan indikasi paparan faktor risiko yang mengancam kesehatan. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






