Detail Cantuman

Image of Pengaruh Penggunaan Air Minum dari Sumber Mata Air pada Daerah Konsentrasi Radon Tinggi terhadap Terjadinya Periodontitis

Skripsi  

Pengaruh Penggunaan Air Minum dari Sumber Mata Air pada Daerah Konsentrasi Radon Tinggi terhadap Terjadinya Periodontitis


Pendahuluan: Radon merupakan suatu unsur radioaktif hasil peluruhan uranium dengan emisinya berupa partikel alfa pemancar radiasi pengion yang ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    For1-47204720 614.1 Ria PJatinangor (Forensik)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Fakultas Kedokteran Gigi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    614.1 Ria P
    Penerbit FKG Unpad : FKG UNPAD JATINANGOR.,
    Deskripsi Fisik
    xvii, 87 hlm,; illus; 29x21cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    160110150082
    Klasifikasi
    614.1
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Pendahuluan: Radon merupakan suatu unsur radioaktif hasil peluruhan uranium dengan emisinya berupa partikel alfa pemancar radiasi pengion yang menghasilkan radikal bebas dan berbahaya bagi kesehatan periodontal. Radon terdapat di tanah dan bebatuan yang kemudian dapat mengontaminasi air yang menjadi konsumsi masyarakat sehari-hari. Tujuan penelitian ini untuk mengamati adanya pengaruh penggunaan air minum yang berasal dari sumber mata air pada daerah konsentrasi radon tinggi terhadap terjadinya periodontitis. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observatif melalui pendekatan cross sectional dengan teknik consecutive sampling. Pengukuran dilakukan menggunakan Oral Hygiene Index-Simplified (OHI-S) dan Community Periodontal Index for Treatment Needs (CPITN). Hasil: Hasil menunjukkan 100% subjek di kedua desa mengalami periodontitis. Kedalaman poket di daerah konsentrasi radon tinggi memiliki skor 1 (14,6%), 2 (51%), 3 (29,7%), dan 4 (4,7%), sedangkan di daerah konsentrasi radon yang lebih rendah memiliki skor 1 (30,2%), 2 (50,5%), 3 (16,1%), dan 4 (3,1%). Berdasarkan tingkat kebutuhan perawatan, di daerah radon tinggi membutuhkan perawatan TN I (28%), II (80,7%), dan III (4,7%), sedangkan di daerah radon yang lebih rendah terdapat TN I (30,2%), II (66,7%), dan III (3,1%). Kebersihan mulut kategori baik di Desa Gunung Masigit terdapat 9,4% dan di Desa Cipatat 15,6%. Hubungan asosiasi antara konsentrasi radon tinggi dengan terjadinya periodontitis terdapat sebesar 22%. Simpulan: Adanya pengaruh yang tidak besar antara konsentrasi radon dengan terjadinya periodontitis. Semakin tinggi tingkat konsentrasi radon, maka tingkat kebersihan mulut akan semakin rendah, sedangkan tingkat keparahan periodontitis dan kebutuhan perawatannya semakin meningkat. Selain itu, terdapat perbedaan proporsi yang signifikan pada skor OHI-S dan CPITN hasil pemeriksaan.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi