
Text
Uji Aktivitas Antibakteri dari Minyak Atsiri Biji Kapulaga (Amomum cardamomum Willd.) Terhadap Isolat Klinis Streptococcus mutans
Prevalensi masalah kesehatan gigi dan mulut di negara-negara berkembang termasuk di Indonesia cenderung mengalami peningkatan. Bakteri yang paling ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01021101000138 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 2558Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : ., 2010 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 2558Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi NULLSubyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab NULL -
Prevalensi masalah kesehatan gigi dan mulut di negara-negara berkembang termasuk di Indonesia cenderung mengalami peningkatan. Bakteri yang paling umum menyebabkan masalah gigi seperti plak dan karies gigi adalah Streptococcus mutans. S. mutans lebih bersifat asidogenik dibanding spesies Streptococcus lainnya sehingga dapat menyebabkan karies gigi. Selain itu, S. mutans juga dapat menyebabkan penyakit periodontal dan endokarditis pada katup jantung yang abnormal. Tumbuhan yang secara empiris telah digunakan oleh masyarakat untuk mengatasi masalah kesehatan gigi tersebut adalah biji kapulaga (Amomum cardamomum Willd.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri minyak atsiri biji kapulaga terhadap isolat S. mutans yang diisolasi dari plak gigi pasien di klinik UPT Jatinangor menggunakan beberapa antibiotika uji, yaitu tetrasiklin, eritromisin, klindamisin dan amoksisilin sebagai kontrol pembanding. Hasil isolasi menunjukkan bahwa dari 15 sampel, pada sampel 3 dan 11 terdapat koloni yang diduga S. mutans. Kedua sampel tersebut di isolasi kembali sehingga ditemukan delapan koloni yang menunjukkan karakteristik S. mutans berdasarkan pada pengamatan morfologi koloni, pengamatan mikroskopik dan uji biokimia. Hasil pengujian aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa minyak atsiri biji kapulaga memiliki aktivitas antibakteri terhadap kedelapan isolat S. mutans. Hal ini diduga didukung oleh hasil analisis KG-SM dimana komponen utama yang terkandung dalam minyak atsiri tersebut adalah sineol dengan kadar sebesar 58,85 %. Antibiotika tetrasiklin, eritromisin dan klindamisin memiliki aktivitas antibakteri terhadap keempat isolat pada sampel tiga sedangkan amoksisilin tidak mempunyai aktivitas. Semua antibiotika yang diuji pada keempat isolat pada sampel 11 menunjukkan antibiotik tersebut tidak mempunyai aktivitas antibakteri.
Kata kunci : Amomum cardamomum Willd., Streptococcus mutans -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






