Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Profil Disolusi Tablet Ibuprofen Menggunakan Disintegran L-HPC 21 (Low Hydroxypropyl Cellulose) dan L-HPC 22 Dengan Metode Granulasi Basah


Disolusi suatu tablet merupakan tahapan penentu kecepatan absorpsi obat, peran disintegran sangat penting dalam menentukan disolusi tablet. Pada ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021101000136Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    2553
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    2553
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek

    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Disolusi suatu tablet merupakan tahapan penentu kecepatan absorpsi obat, peran disintegran sangat penting dalam menentukan disolusi tablet. Pada penelitian ini dilakukan formulasi tablet ibuprofen dengan disintegran low substituted hydroxypropyl cellulose 21, low substituted hydroxypropyl cellulose 22 dan primojel sebagai disintegran pembanding dengan konsentrasi 6%, 7% dan 8% untuk masing-masing formula. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui profil disolusi dari formula tablet ibuprofen dengan menggunakan variasi disintegran low substituted hydroxypropyl cellulose 21 dan low substituted hydroxypropyl cellulose 22. Tablet ibuprofen dibuat dengan metode granulasi basah. Hasil evaluasi tablet meliputi keragaman bobot, diameter, ketebalan, kekerasan, friabilitas, waktu hancur, dan disolusi (menggunakan metode dayung dengan medium larutan dapar fosfat pH 7,2 dan kecepatan rotasi 50 rpm). Hasil pengujian disolusi menunjukan bahwa enam dari sembilan formula tidak memenuhi persyaratan kelarutan USP. USP menyatakan bahwa kadar tablet ibuprofen tidak kurang dari 80% selama 60 menit. Keenam formula yang tidak memenuhi syarat kelarutan adalah LH 21 6%, LH 21 7%, LH 22 6%, LH 22 7%, LH 22 8% dan primojel 6% dengan nilai kelarutan secara berturut-turut 58,85%, 79,71%, 20,03%, 43,4%, 61,14% dan 72,23%. Sedangkan formula yang memenuhi persyaratan kelarutan adalah LH 21 8%, primojel 7% dan primojel 8% dengan nilai kelarutan secara berturut-turut 104,112%, 96,75% dan 104,083%.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi