Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Uji Aktivitas Antibakteri dari Minyak Atsiri Biji Kapulaga (Amomum cardamomum Willd.) Terhadap Isolat Klinis Staphylococcus aureus


Staphylococcus aureus adalah salah satu bakteri Gram positif kokus aerobik yang sering ditemukan pada plak supragingivalis. Keberadaan S. aureus pada ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021101000128Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    2463
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    2463
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek

    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Staphylococcus aureus adalah salah satu bakteri Gram positif kokus aerobik yang sering ditemukan pada plak supragingivalis. Keberadaan S. aureus pada plak gigi ini dapat menyebabkan infeksi saluran pernafasan seperti pneumonia, penyakit paru obstruksi kronik, dan bronkhitis. Hal ini disebabkan oleh pelepasan bakteri oral dari plak gigi ke sekresi saliva yang kemudian diaspirasi ke saluran pernafasan. Salah satu cara menghambat pembentukan plak gigi yang secara turun-temurun digunakan masyarakat adalah dengan mengunyah biji kapulaga. Hal ini didukung dengan kandungan minyak atsiri biji kapulaga tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari minyak atsiri biji kapulaga (Amomum cardamomum Willd.) terhadap isolat klinis S. aureus yang diisolasi dari plak gigi pasien UPT Padjadjaran, Jatinangor dan S. aureus galur murni menggunakan beberapa antibiotik, yaitu tetrasiklin dan linkomisin serta obat kumur dengan zat aktif klorheksidin glukonat dan minyak essensial sebagai kontrol pembanding. Tahapan penelitian ini meliputi determinasi tanaman, uji karakteristik minyak atsiri, isolasi dan identifikasi dua sampel plak gigi dari 18 sampel yang didapat di UPT Padjadjaran, serta pengujian aktivitas antibakteri dengan metode difusi agar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak atsiri biji kapulaga memiliki aktivitas antibakteri terhadap seluruh isolat klinis S. aureus dan S. aureus galur murni. Antibiotik tetrasiklin dan obat kumur dengan zat aktif klorheksidin glukonat pun mampu membunuh seluruh bakteri uji. Sedangkan linkomisin dan obat kumur dengan zat aktif minyak essensial tidak mampu membunuh seluruh bakteri uji. Potensi antibakteri minyak atsiri biji kapulaga didukung oleh adanya sineol sebagai komponen dengan persentase terbesar yang dideteksi dengan Kromatografi Gas-Spektrometri Massa (KG-SM).
    Kata kunci: Aktivitas antibakteri, Amomum cardamomum, Minyak atsiri, Staphylococcus aureus.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi