Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Isolasi Senyawa dari Fraksi Aktif Ekstrak Metanol Daun Sukun (Artocarpus altilis Park.) Sebagai Penghambat Pertumbuhan Candida albicans


Daun sukun (Artocarpus altilis Park.) secara empirik digunakan sebagai bahan ramuan obat penyembuh kulit yang bengkak atau gatal. Berdasarkan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021101000108Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    2434
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    2434
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek

    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Daun sukun (Artocarpus altilis Park.) secara empirik digunakan sebagai bahan ramuan obat penyembuh kulit yang bengkak atau gatal. Berdasarkan penelitian, ekstrak dan kelompok fraksi aktif daun sukun mampu menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans. Penelitian ini dilakukan untuk isolasi dan identifikasi pendahuluan senyawa yang terkandung dalam fraksi aktif sebagai penghambat pertumbuhan jamur Candida albicans. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan metanol, fraksinasi dengan cara Kromatografi Cair Vakum (KCV) menggunakan eluen gabungan n-heksana, etil asetat, dan metanol dengan gradien kepolaran meningkat. Pemisahan dan pemurnian lebih lanjut dengan gabungan metode kromatografi kolom dan kromatografi lapis tipis preparative, menghasilkan isolat Ic7-3. Isolat Ic7-3 merupakan senyawa yang tidak berwarna pada sinar tampak, berwarna ungu pada sinar UV 254 nm, berwarna kuning pada sinar UV 366 nm, dan berwarna merah pada deteksi menggunakan penampak bercak asam sulfat 10% dalam etanol. Identifikasi pendahuluan dilakukan dengan menggunakan spektrofotometri UV dan inframerah serta Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dengan beberapa penampak bercak. Hasil identifikasi pendahuluan tersebut menunjukkan bahwa isolat Ic7-3 diduga merupakan senyawa golongan terpenoid yang aktif menghambat jamur Candida albicans dengan nilai Koefisien Hambat Minimum menggunakan metode microdilution berada pada konsentrasi 125 ?g/ml.

    Kata kunci: Artocarpus altilis, Candida albicans, Isolasi, Metode microdilution, Terpenoid
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi