
Text
Profil Disolusi Tablet Parasetamol Menggunakan Desintegrator L-HPC 21 (Low-substituted Hydroxypropyl Cellulose) dan L-HPC 22 Dengan Metode Granulasi Basah
Parasetamol merupakan obat analgesik-antipiretik yang berfungsi untuk menurunkan demam dan menghilangkan rasa sakit. Kadar parasetamol idealnya ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01021101000107 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 2427Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : ., 2010 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 2427Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi NULLSubyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab NULL -
Parasetamol merupakan obat analgesik-antipiretik yang berfungsi untuk menurunkan demam dan menghilangkan rasa sakit. Kadar parasetamol idealnya mencapai sirkulasi darah dalam waktu cepat. Kadar parasetamol dalam tubuh dapat diketahui melalui profil disolusinya. Disolusi yang cepat salah satunya dipengaruhi oleh desintegrator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi desintegrator L-HPC 21 (Low-Substituted Hydroxypropyl Cellulose), L-HPC 22 dan Primojel terhadap profil disolusi tablet parasetamol. Tablet parasetamol dibuat dengan metode granulasi basah menggunakan desintegrator L-HPC 21, L-HPC 22 serta Primojel sebagai pembanding dengan variasi konsentrasi masing-masing sebesar 6%, 7%, dan 8%. Evaluasi tablet meliputi keseragaman bobot, diameter, ketebalan, kekerasan, friabilitas, keseragaman kadar, dan disolusi. Pengujian disolusi in vitro menggunakan alat disolusi tipe II (dayung) dengan medium larutan dapar fosfat pH 5,8. Hasil evaluasi tablet menunjukkan tablet yang dihasilkan telah memenuhi persyaratan Farmakope Indonesia kecuali formula yang menggunakan L-HPC 21 sebesar 6% tidak memenuhi persyaratan waktu hancur. Profil disolusi tablet parasetamol menggunakan seluruh variasi konsentrasi desintegrator L-HPC 22 dan Primojel telah memenuhi persyaratan Farmakope Indonesia. Pada profil disolusi tablet parasetamol dengan L-HPC 21, variasi konsentrasi yang memenuhi persyaratan Farmakope Indonesia adalah 7% dan 8%. Pada konsentrasi 6%, Primojel memberikan profil disolusi paling baik. Pada konsentrasi 7%, L-HPC 21 memberikan profil disolusi paling baik. Pada konsentrasi 8%, Primojel dan L-HPC 22 memberikan profil disolusi paling baik.
Kata Kunci : Tablet parasetamol, L-HPC 21, L-HPC 22, Low-substituted Hydroxypropyl Cellulose, Primojel -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






