Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Etnofarmakognosi Tumbuhan Antibakteri Masyarakat Sekitar Karangkamulyan, Ciamis, Jawa Barat


Masyarakat di sekitar Karangkamulyan masih memiliki tradisi-tradisi yang unik dalam penggunaan tumbuhan obat sebagai obat tradisional, oleh karena ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021101000103Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    2421
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    2421
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek

    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Masyarakat di sekitar Karangkamulyan masih memiliki tradisi-tradisi yang unik dalam penggunaan tumbuhan obat sebagai obat tradisional, oleh karena itu perlu ditelaah untuk mengetahui efikasi dan keamanan penggunaanya. Penelitian ini bertujuan menelaah lebih dalam mengenai penggunaan tumbuhan obat sebagai antibakteri oleh masyarakat sekitar Karangkamulyan. Studi etnofarmakognosi yang dilakukan meliputi survai langsung dan wawancara serta pengisian kuesioner oleh masyarakat desa, dilakukan dengan metode Participatory Rural Apprasial. Dari hasil studi etnofarmakognosi diperoleh spesimen tumbuhan uji kunyit dan kencur. Uji aktivitas kunyit dilakukan terhadap bakteri Escherichia coli dan Bacillus cereus dengan media Nutrient Agar, sedangkan kencur diuji terhadap bakteri Streptococcus mutans dengan media Lempeng Agar Darah. Kedua tumbuhan tersebut menunjukkan aktivitas antibakteri sesuai pemanfaatannya oleh masyarakat. Kunyit dianalisis lebih lanjut dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi lapis tipis preparatif sehingga didapatkan 3 isolat. Ketiga isolat dianalisis dengan spetroskopi UV-Sinar tampak dan Inframerah. Spektrum UV-Sinar tampak menunjukkan panjang gelombang maksimum 429 nm (isolat 1), 420 nm, (isolat 2) , 418 nm (isolat 3). Spektrum inframerah menunjukkan adanya gugus hidroksil, C-H alifatik, C=C, dan C-O pada ketiga isolat. Dari data tersebut diduga bahwa ketiga isolat merupakan kurkumin dan turunannya.
    Kata kunci: etnofarmakognosi, Participatory Rural Apprasial, kurkumin
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi