
Text
Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Kelopak Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa L.) Pada Mencit
Tanaman kelopak bunga rosela (Hibiscus sabdariffa L.) digunakan secara tradisional untuk mengobati berbagai penyakit. Berdasarkan penelitian ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01021101000100 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 2418Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : ., 2010 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 2418Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi NULLSubyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab NULL -
Tanaman kelopak bunga rosela (Hibiscus sabdariffa L.) digunakan secara tradisional untuk mengobati berbagai penyakit. Berdasarkan penelitian sebelumnya telah terbukti bahwa ekstrak etanol kelopak bunga rosela memiliki aktivitas sebagai antihipertensi. Pengujian toksisitas akut ekstrak etanol kelopak bunga rosela (Hibiscus sabdariffa L.) untuk menentukan LD50 pada mencit jantan dan betina dengan metode grafik log probit. Ekstrak rosela diberikan secara oral pada mencit jantan 7,5 g/kg BB, 8,75 g/kg BB, 10,0 g/kg BB, 11,25 g/kg BB dan 12,5 g/kg BB, lalu pada mencit betina 5,0 g/kg BB, 6,25 g/kg BB, 7,5 g/kg BB, 8,75 g/kg BB dan 10,0 g/kg BB. Pengamatan mortalitas diamati setiap hari selama dua minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai LD50 ekstrak etanol kelopak bunga rosela (Hibiscus sabdariffa L.) termasuk dalam kategori sedikit toksik karena LD50 berada pada rentang 5-15 g/kg BB yaitu mencit jantan pada dosis 8,75 g/kg BB dan mencit betina pada dosis 7,5 g/kg BB. Kata kunci : Hibiscus sabdariffa, rosela, uji toksisitas akut -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






