Detail Cantuman

Image of Perbedaan Diagnosis Gangguan Sendi Temporomandibula Berdasarkan Pemeriksaan Research Diagnostic Criteria dan Diagnostic Criteria for Temporomandibular Disorders Axis I

Skripsi  

Perbedaan Diagnosis Gangguan Sendi Temporomandibula Berdasarkan Pemeriksaan Research Diagnostic Criteria dan Diagnostic Criteria for Temporomandibular Disorders Axis I


Pendahuluan: Research Diagnostic Criteria for Temporomandibular Disorders (RDC/TMD) telah menjadi protokol diagnostik yang paling banyak digunakan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    Pro1- 46844684 617.69 Les PJatinangor (Prostodonsia)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Fakultas Kedokteran Gigi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    617.69 Les P
    Penerbit FKG Unpad : FKG UNPAD JATINANGOR.,
    Deskripsi Fisik
    xiv, 108 hlm,; illus; 29x21cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    160110150065
    Klasifikasi
    617.69
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Pendahuluan: Research Diagnostic Criteria for Temporomandibular Disorders (RDC/TMD) telah menjadi protokol diagnostik yang paling banyak digunakan untuk penelitian gangguan sendi temporomandibula. Tidak validnya RDC/TMD pada penerapan klinis menyebabkan dibuatnya revisi RDC/TMD menjadi Diagnostic Criteria for Temporomandibular Disorder (DC/TMD). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan diagnosis gangguan sendi temporomandibula antara pemeriksaan RDC/TMD dengan DC/TMD Axis I pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah komparatif dengan pendekatan survei menggunakan pemeriksaan klinis dan kuesioner. Sampel diperoleh sebanyak 48 orang dengan menggunakan teknik random sampling. Diagnosis gangguan sendi temporomandibula didapat dengan melakukan pengisian kuesioner gejala dan pemeriksaan klinis berdasarkan RDC/TMD Axis I dan DC/TMD Axis I, kemudian dimasukkan ke algoritma diagnosis RDC/TMD dan decision tree DC/TMD. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 48 sampel terdapat 36 (75%) orang dengan diagnosis RDC/TMD dan DC/TMD yang sama, dan 12 (25%) orang dengan diagnosis yang berbeda antara RDC/TMD dan DC/TMD. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian, hasil diagnosis TMD berdasarkan RDC/TMD masih terkategori sama dengan hasil diagnosis yang dilakukan berdasarkan DC/TMD.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi