Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Afektivitas Plester Antiseptik Ekstrak Etanol Daun Bandotan (Ageratum conyzoides, L.)


Bandotan (Ageratum conyzoides, L.) merupakan tumbuhan suku Asteraceae yang liar dan dikenal sebagai tumbuhan pengganggu. Beberapa penelitian ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021101000075Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    2388
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    2388
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek

    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Bandotan (Ageratum conyzoides, L.) merupakan tumbuhan suku Asteraceae yang liar dan dikenal sebagai tumbuhan pengganggu. Beberapa penelitian membuktikan bahwa bandotan dapat membantu mempercepat proses penyembuhan luka karena tumbuhan tersebut diketahui mengandung senyawa antimikroba, yaitu alkaloid, flavonoid, dan polifenol. Untuk mengoptimalkan pemanfaatan daun bandotan dan mengembangkan pembuatan plester herbal, maka dilakukan penelitian tentang pembuatan plester antiseptik yang mengandung ekstrak etanol daun bandotan dan efektivitas plester antiseptik tersebut. Penelitian dilakukan melalui tahap penyiapan ekstrak, karakterisasi ekstrak, pembuatan plester antiseptik, dan pengujian efektivitas plester antiseptik yang dilakukan terhadap 4 kelompok tikus putih jantan galur Wistar, yaitu kontrol negatif (luka pada kulit diberi plester yang bantalan lukanya diimpregnasi dengan etanol 60%), uji I (luka pada kulit diberi ekstrak etanol daun bandotan sebanyak 0,02 g yang setara dengan konsentrasi 1,5%), uji II (luka pada kulit diberi plester yang bantalan lukanya diimpregnasi dengan ekstrak encer konsentrasi 1,5% b/v), dan uji III (luka pada kulit diberi plester yang bantalan lukanya diimpregnasi dengan ekstrak encer konsentrasi 3% b/v). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 66,67% tikus kelompok uji III mengalami kesembuhan luka pada hari ke-13, lebih cepat dibandingkan kelompok kontrol negatif, uji I, dan uji II. Selain itu, berdasarkan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) dengan taraf uji 0,05 dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan yang nyata antara kelompok uji II dan uji III dengan kelompok kontrol negatif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun bandotan dapat dijadikan plester antiseptik dan terbukti dapat membantu mempercepat proses penyembuhan luka pada hewan percobaan berupa tikus.

    Kata kunci: Ageratum conyzoides, L., plester antiseptik, penyembuhan luka
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi