Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Formulasi Krim Antijerawat dari Ekstrak Daun Teh Hijau (Camellia sinensis L.)


Salah satu penyebab terjadinya jerawat adalah karena adanya bakteri, diantaranya adalah Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis. ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021101000055Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    2356
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    2356
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek

    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Salah satu penyebab terjadinya jerawat adalah karena adanya bakteri, diantaranya adalah Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis. Indonesia memiliki banyak tumbuhan yang memiliki aktivitas antibakteri, salah satunya adalah teh hijau (Camellia sinensis L.). Berdasarkan penelitian sebelumnya, kandungan dari teh hijau yang memiliki aktivitas antibakteri adalah polifenol. Pada penelitian ini telah dibuat sediaan krim antijerawat dari ekstrak daun teh hijau. Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah pengumpulan dan determinasi tanaman, ekstraksi, skrining fitokimia, pengamatan ekstrak, menentukan konsentrasi hambat tumbuh minimum (KHTM), formulasi krim antijerawat, pemeriksaan zat aktif dengan metode kromatografi lapis tipis, uji stabilitas, uji aktivitas sediaan, uji keamanan, dan nilai banding aktivitas antibakteri terhadap antibiotik pembanding klindamisin. Hasil yang diperoleh adalah ekstrak teh hijau menghasilkan KHTM pada rentang konsentrasi 0,0625-0,125%. Berdasarkan hasil orientasi basis dibuat krim dengan basis m/a dan a/m dengan masing-masing 3 konsentrasi . Hasil pengujian kromatografi lapis tipis menunjukan bahwa sediaan tersebut masih mengandung ekstrak teh hijau setelah penyimpanan. Krim tersebut memiliki stabilitas yang baik. Hasil dari uji aktivitas sediaan menunjukkan bahwa krim tersebut memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri uji, yaitu Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis. Uji keamanan menunjukkan bahwa sediaan tersebut tidak menyebabkan iritasi. Nilai banding aktivitas antibakteri krim teh hijau terhadap antibiotik klindamisin adalah 1 : 4,44 x 10-3.

    Kata kunci: Jerawat, Teh hijau, Krim.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi