Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Aktivitas Antihepatotoksik Fraksi Air, Fraksi Etil Asetat, dan Fraksi N Heksan dari Ekstrak Etanol Herba Meniran (Phyllanthus niruri L.) Pada Tikus


Meniran (Phyllanthus niruri L.) merupakan suatu tumbuhan yang mempunyai khasiat sebagai antihepatotoksik. Telah dilakukan pengujian antihepatotoksik ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021101000021Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    2319
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    2319
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek

    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Meniran (Phyllanthus niruri L.) merupakan suatu tumbuhan yang mempunyai khasiat sebagai antihepatotoksik. Telah dilakukan pengujian antihepatotoksik fraksi air, fraksi etil asetat, dan fraksi n-heksan dari ekstrak etanol herba meniran pada tikus putih yang diinduksi oleh parasetamol yang diberikan secara oral dengan dosis 3g/Kg BB. Hewan percobaan dikelompokan menjadi; kelompok normal, kelompok kontrol, kelompok fraksi air, kelompok fraksi etil asetat, dan kelompok fraksi n-heksan. Kadar serum glutamic pyruvic transaminase (SGPT), serum glutamic oxaloacetic transaminase (SGOT), dan bilirubin diukur dengan spektrofotometer UV pada panjang gelombang 340 nm, kemudian dilakukan pengamatan histopatologi. Hasil penelitian (? = 0,01) didapat bahwa fraksi air dengan dosis 70 mg/Kg BB menunjukan penurunan kadar SGPT, SGOT, dan bilirubin bila dibandingkan dengan kontrol berturut-turut sebesar 131,8 IU/L, 137,19 IU/L dan 1,65 mg/dL dengan persentase peningkatan antihepatotoksiknya adalah 50,13%, 45,18% dan 31,55% serta mengalami kerusakan sel hati tingkat sedang setelah diinduksi parasetamol. Pada fraksi etil asetat dosis 25 mg/Kg BB menunjukan penurunan kadar SGPT, SGOT, dan bilirubin secara berturut-turut sebesar 157,83 IU/L, 174,88 IU/I, dan 2,62 mg/dl, serta persentase peningkatan antihepatotoksiknya adalah 60,03%, 57,34%, dan 50,1 % dengan mengalami kerusakan sel hati tingkat ringan setelah diinduksi parasetamol. Pada fraksi n-heksan dosis 15 mg/Kg BB menunjukan penurunan kadar SGPT, SGOT dan bilirubin secara berturut-turut sebesar 208,15 IU/L , 230,33 IU/L dan 3,32 mg/dL serta persentase peningkatan aktivitas antihepatotoksiknya adalah 79,17%, 75,51%, dan 63,48% dengan tidak mengalami kerusakan hati. Fraksi yang terbaik yang mempunyai antihepatotoksik adalah fraksi n-heksan.

    Kata kunci : antihepatotoksik, ,meniran, Phyllanthus niruri
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi