Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Formulasi Sediaan Tetes Mata Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Lidah Buaya (Aloe vera L.) dan Ekstrak Etanol Daun Kitolod (Isotoma longiflora (Wild.) Presl.)


Saat ini banyak beredar obat tetes mata yang bersifat antibakteri dengan bahan aktif dari alam yang dikenal dengan obat tetes mata tradisional. ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021101000014Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    2311
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    2311
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek

    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Saat ini banyak beredar obat tetes mata yang bersifat antibakteri dengan bahan aktif dari alam yang dikenal dengan obat tetes mata tradisional. Lidah buaya dan kitolod merupakan tanaman yang sering digunakan untuk mengobati gangguan mata. Pada penelitian ini dibuat sediaan tetes mata kombinasi ekstrak etanol daun lidah buaya (Aloe vera L.) dan ekstrak etanol daun kitolod (Isotoma longiflora (Wild.) Presl.) dengan variasi konsentrasi untuk memperoleh formula obat tetes mata yang efektif. Penelitian ini dimulai dengan menentukan aktivitas antibakteri ekstrak, penetapan konsentrasi hambat tumbuh minimum ekstrak, lalu dilakukan formulasi tetes mata kombinasi ekstrak etanol daun kitolod dan ekstrak etanol daun lidah buaya dengan lima variasi formula, yaitu F0,F1,F2,F3 dan F4. Kemudian, dilakukan evaluasi terhadap sediaan tetes mata yaitu pengamatan visual, pengukuran pH, pengujian sterilitas dan aktivitas sediaan. Hasilnya, sediaan tetes mata kombinasi ekstrak etanol daun lidah buaya dan ekstrak etanol daun kitolod terbukti memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan konsentrasi minimum sebesar 7%. Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan uji sterilitas pada sediaan tetes mata, diperoleh hasil bahwa kelima formula telah memenuhi persyaratan pH dan tidak terjadi perubahan warna, namun pada uji sterilitas, terjadi pertumbuhan mikroorganisme pada formula 3 (F3) dan dari hasil pengamatan pembentukan endapan, pada formula 3 (F3) terbentuk endapan pada hari ke-21, sedangkan untuk formula 4 (F4) pada hari ke-14.

    Kata Kunci: Tetes mata, Lidah Buaya, Kitolod.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi