Text
Konservasi Preventif Terhadap Koleksi Lukisan Cat Minyak di Galeri Nasional Indonesia
ABSTRAK
Konservasi preventif terhadap koleksi lukisan cat minyak di Galeri Nasional
Indonesia saat ini belum optimal, ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001140700312 069 Sur k Perpustakaan Pusat (Referensi) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 069 Sur kPenerbit : Bandung., 2013 Deskripsi Fisik xx, 169 hlm. Ilus ; 29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN 180120110042Klasifikasi 069 Sur kTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik ReferensiPernyataan Tanggungjawab IWA AKHMAD SURNAWI -
ABSTRAK
Konservasi preventif terhadap koleksi lukisan cat minyak di Galeri Nasional
Indonesia saat ini belum optimal, sehingga masih banyak ditemukan koleksi yang
telah mengalami kerusakan. Tingkat kerusakan pada koleksi lukisan tersebut
diklasifikasikan ke dalam dua tipe, yaitu kerusakan mekanik dan kerusakan
estetik.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan
menggunakan analisis deskriptif, berupa hasil wawancara, observasi, dan studi
lapangan. Hasil penelitian menunjukkan beberapa pennasalahan lain. Interaksi
antara iklim dengan lukisan mengakibatkan proses penuaan secara alamiah dan
penurunan kualitas bahan dasar. Temperatur, kelembapan, serta intensitas cahaya
merupakan faktor utama yang mengakibatkan terjadinya degradasi. Kesalahan
dalam penanganan koleksi, juga turut memengaruhi kondisi fisik koleksi lukisan
cat minyak.
Faktor-faktor penyebab kerusakan koleksi itu sampai saat ini belum dapat
diatasi dengan baik, dikarenakan adanya pelbagai macam kendala. Belum
tumbuhnya sikap menghargai karya seni sebagai bagian dari artifak kebudayaan.
Terbatasnya sarana untuk kegiatan konservasi preventif. Sumber daya manusia
bagian konservasi belum memadai, baik dari segi kuantitas maupun kualitas.
Belum adanya pedoman konservasi lukisan cat minyak yang standar.
Secara garis besar, hasil penelitian ini dapat ditarik simpulan bahwa Galeri
Nasional Indonesia harus menjadi bagian utama dari pelestarian koleksi lukisan,
yang hasilnya dapat disajikan bagi kepentingan publik. Untuk itu, permasalahan
tersebut harus diatasi melalui strategi konservasi preventif berbasis manajemen
risiko, yaitu mengintegrasikan seluruh koleksi dengan lingkungannya, mengetahui
tata cara penanganan koleksi yang tepat, sistem pengamanan dan pencegahan
terhadap risiko, kesiapsiagaan tanggap darurat, metode pengepakan, serta
duplikasi. Dengan demikian, kegiatan konservasi diharapkan dapat berhasil
dengan baik.
Kata kunci:
konservasi preventif, lukisan cat minyak, kerusakan, manajemen risiko,
duplikasi. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






