Detail Cantuman

Image of Frekuensi Kelainan Dento Skeletal Dengan Penanganan Bedah Ortognatik dan Osteodistraksi Di SMF Bedah Mulut Dan Maksilofasial RSUP DR. Hasan Sadikin Bandung Tahun 2012-2017

Skripsi  

Frekuensi Kelainan Dento Skeletal Dengan Penanganan Bedah Ortognatik dan Osteodistraksi Di SMF Bedah Mulut Dan Maksilofasial RSUP DR. Hasan Sadikin Bandung Tahun 2012-2017


Kelainan dento skeletal adalah kelainan pada gigi geligi yang berdampak pada gangguan fungsi rahang, hubungan gigi dan penampilan wajah. Pada ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    ibm1-4576/1194576 617.605 naf fJatinangorTersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Kedokteran Gigi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    617.605 naf f
    Penerbit : Bandung, Indonesia.,
    Deskripsi Fisik
    xv, 77hlm, ;ilus, 21x29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    160110140097
    Klasifikasi
    617.605
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Kelainan dento skeletal adalah kelainan pada gigi geligi yang berdampak pada gangguan fungsi rahang, hubungan gigi dan penampilan wajah. Pada kelainan dento skeletal penggunaan alat ortodontik memiliki keterbatasan dalam mengoreksinya sehingga dibutuhkan perawatan bedah. Bedah ortognatik dan osteodistraksi merupakan pilihan perawatan yang dapat dijalani. Saat ini, RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung merupakan salah satu pusat rujukan nasional yang menyediakan bedah ortognatik dan osteodistraksi. Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran serta jumlah kelainan dento skeletal dengan penanganan bedah ortognatik dan osteodistraksi di SMF Bedah Mulut dan Maksilofasial pada periode 2012 � 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah dekriptif retrospektif. Sample penelitian ini adalah rekam medis pasien kasus kelainan dento skeletal dengan penanganan bedah ortognatik dan osteodistraksi di SMF Bedah Mulut dan Maksilofasial RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung periode tahun 2012 � 2017 yang dipilih dengan pendekatan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan kelainan dento skeletal dengan penanganan bedah ortognatik berjumlah 39 kasus dengan jumlah kasus paling banyak terjadi pada tahun 2017, berjumlah 19 kasus. Jumlah penanganan osteodistraksi berjumlah 4 kasus dengan jumlah kasus paling banyak terjadi pada tahun 2017, sebanyak 2 kasus. Teknik pembedahan ortognatik yang paling sering digunakan adalah kombinasi Le Fort 1 dan BSSO yaitu sebanyak 64,11% sedangkan untuk teknik pembedahan osteodistraksi yang paling sering digunakan adalah teknik distraksi maksila sebanyak 50%.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi