Skripsi
Perbandingan Perawatan Plunging Ranula Menggunakan Teknik Eksisi, Marsupialisasi, dan Skleroterapi OK-432 Berdasarkan Tingkat Rekurensi
Plunging ranula merupakan suatu pseudokista yang berasal dari ekstravasasi mukus dan saliva yang besar pada dasar mulut yang berkembang lebih dalam ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan IBM1-4594/137 4594 617.605 Mut P Jatinangor (IBM) Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Kedokteran GigiJudul Seri -No. Panggil 617.605 Mut PPenerbit FKG Unpad : Bandung, Indonesia., 2018 Deskripsi Fisik xiv, 68 hlm; ilus; 21x29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN 160110140066Klasifikasi 617.605Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Irshan Hanief Mutaqien (Author), Abel Tasman Yuza (Pembimbing Utama), Harmas Yazid Yusuf (Pembimbing Pendamping) -
Plunging ranula merupakan suatu pseudokista yang berasal dari ekstravasasi mukus dan saliva yang besar pada dasar mulut yang berkembang lebih dalam dan meluas hingga keluar dari struktur dasar mulut kemudian masuk ke spasia submental sehingga nampak adanya benjolan di garis tengah leher bagian atas.
Metode penelitian ini adalah menggunakan literature review. Literature review dilakukan dengan cara mengumpulkan, membaca, dan menelaah literatur-literatur dari buku dan jurnal mengenai plunging ranula serta literatur-literatur mengenai penatalaksanaan plunging ranula dengan eksisi, marsupialisasi, dan skleroterapi OK-432 yang membahas mengenai perbandingan perawatan antara penalatalaksanaan plunging ranula yang memiliki tingkat rekurensi dan komplikasi paling minimal.
Berdasarkan pengkajian 7 jurnal yang membahas penatalaksanaan plunging ranula menggunakan eksisi, marsupialisasi, dan skleroterapi OK-432. Penulis mendapatkan hasil dari setiap metode yang digunakan oleh pengarang menghasilkan perbedaan hasil. Tetapi dalam penelitian yang dilakukan penulis dapat disimpulkan bahwa dari setiap jurnal yang dilakukan penelitian, tingkat perawatan plunging ranula yang memiliki tingkat rekurensi paling minimal adalah eksisi dengan penghilangan kelenjar sublingual. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






